<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Menuju Insan Smart</title>
	<atom:link href="http://abihafiz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abihafiz.wordpress.com</link>
	<description>Mencari Jatidiri sebagai Hamba</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 06:20:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='abihafiz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/22bb1508dcafe3419ffe1d021b032a2f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Menuju Insan Smart</title>
		<link>http://abihafiz.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>SENYUM yang &#8220;Menggoda&#8221;</title>
		<link>http://abihafiz.wordpress.com/2009/11/11/730/</link>
		<comments>http://abihafiz.wordpress.com/2009/11/11/730/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 06:09:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warmansaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi diri]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua dan anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abihafiz.wordpress.com/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[SENYUM yang &#8220;Menggoda&#8221;

Sobat Senyum, Baginda Rosulullah saw. bersabda, “Jangan meremehkan sedikit pun tentang makruf (berbuat kebajikan) meskipun hanya menjumpai kawan dengan berwajah ceria (senyum).” (HR. Muslim). Kemudian Beliau pun bersabda, &#8220;Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar ma’ruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya adalah sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=730&subd=abihafiz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>SENYUM yang &#8220;Menggoda&#8221;</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-735" title="smile2" src="http://abihafiz.files.wordpress.com/2009/11/smile2.jpg?w=400&#038;h=336" alt="smile2" width="400" height="336" /></p>
<p>Sobat Senyum, Baginda Rosulullah saw. bersabda, “Jangan meremehkan sedikit pun tentang makruf (berbuat kebajikan) meskipun hanya menjumpai kawan dengan berwajah ceria (senyum).” (HR. Muslim). Kemudian Beliau pun bersabda, &#8220;Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar ma’ruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya adalah sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat adalah sedekah.&#8221; (HR. At Tirmizi dan Abu Dzar)</p>
<p>Senyum adalah salah satu teknik mengosongkan diri dari berbagai prasangka kepada orang lain. Ketika Anda &#8220;kosong&#8221; artinya Anda siap untuk &#8220;diisi&#8221;. Semakin ikhlas senyuman yang kita berikan, maka semakin &#8220;kosonglah&#8221; kita, alias semakin terbukalah kita terhadap kehadiran rejeki dari mana pun juga.</p>
<p>Ya, ketika kita tersenyum artinya kita siap menerima kehadiran orang lain ataupun kehadiran rejeki yang Allah berikan kepada kita. Namun ketika kita Cemberut (Cemberut adalah Senyum yang mengarah ke depan, bukan ke samping sebagaimana lazimnya &#8211; pen.), maka sebenarnya kita tengah menutup rejeki yang akan hadir di hadapan kita. Cemberut itu artinya &#8220;penuh&#8221;, alias tidak siap &#8220;diisi&#8221; oleh berbagai rejeki dan kebaikan.<span id="more-730"></span></p>
<p>Sobat Senyum, Tahukah Anda, ketika Anda tersenyum maka ada sekitar 26 otot wajah Anda yang dikendurkan, sehingga wajar Anda akan terlihat awet muda tatkala rajin tersenyum. Tapi kalau Anda termasuk yang rajin cemberut maka ketahuilah bahwa ada sekitar 62 otot wajah Anda yang sedang dikencangkan, sehingga tak heran jika orang yang rajin cemberut ia akan awet tua, eh maaf maksudnya cepat tua.</p>
<p>Selanjutnya, Informasi yang penulis dapat dari film BBC, bahwa agar senyuman Anda lebih ikhlas dan konprehensif maka kedua sudut luar mata Anda harus terlihat turun dan mata Anda pun terlihat menyipit. Saya memperhatikan bahwa ternyata Gerakan “Buka-Tutup” pada mata berbanding terbalik dengan kondisi “Buka-Tutup” pada Hati Anda. Mata yang agak menyipit dan menutup berarti hati yang mulai melebar dan terbuka. Itu sebabnya, orang yang tersenyum tapi kedua matanya masih terbuka lebar, maka sungguh ketulusan senyumannya harus terus ditingkatkan, sebab kemungkinan besar hatinya masih tertutup.</p>
<p>Ternyata konprehensifitas sebuah senyuman juga dilihat dari terlihat atau tidak terlihatnya barisan gigi seri di bagian depan mulut Anda. Kalau mulut Anda terbuka maka sebenarnya hati Anda siap menerima sesuatu. Tetapi ketika Anda tersenyum, tapi mulut Anda masih tertutup, alias jaim, tanpa berkehendak memperlihatkan gigi seri Anda, maka hati Anda sebenarnya masih ragu atau menutup diri dari kondisi di sekitar Anda. Maka tak heran, dalam bahasa sunda, tertawa disebut dengan istilah seuri.</p>
<p>Namun tersenyum tidak boleh berlebihan. Karena senyum itu sedekah, maka sebagaimana sedekah, senyum pun tidak boleh berlebihan. Sedekah yang dianjurkan oleh Rosulullah saw. adalah maksimal sepertiga dari seluruh harta Anda, artinya ketika Anda tersenyum pun, maka bukalah cukup sepertiga dari luas mulut Anda. Artinya cukup perlihatkan jajaran gigi seri Anda, tak perlu sampai memperlihatkan gigi-gigi graham Anda.</p>
<p>Sobat Senyum, Agar lebih memudahkan Anda, ada baiknya Anda menggunakan Senyum teknik 1225 ketika sedang tersenyum, Teknik 1225 artinya, 1 dari hati yang ikhlas, 2 cm ke kiri, 2 cm ke kanan, serta lakukan minimal selama 5 detik. Insya Allah senyuman Anda akan lebih terlihat seimbang, sempurna dan “menggoda” hadirnya rejeki dan kasih sayang manusia. Mohon diingat, bahwa keseimbangan senyuman Anda melambangkan akan seimbang-tidaknya Hati Anda. Awas, jangan diubah tekniknya menjadi 1230, yang berarti 1 dari hati yang kusut, 2 cm ke depan, dan dilakukan selama 30 detik. Wah bisa runyam dunia. Wallahualam</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-737" title="smile3" src="http://abihafiz.files.wordpress.com/2009/11/smile3.jpg?w=448&#038;h=336" alt="smile3" width="448" height="336" /></p>
<p>Salam HUMOrTIVASI (-;</p>
<p>http://sugesti-power.com<br />
http://cahaya-semesta.com</p>
Posted in motivasi diri Tagged: artikel, family, guru, keluarga, motivasi diri, orang tua dan anak, psikologi, Tausyiah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abihafiz.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abihafiz.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abihafiz.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abihafiz.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abihafiz.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abihafiz.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abihafiz.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abihafiz.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abihafiz.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abihafiz.wordpress.com/730/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=730&subd=abihafiz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abihafiz.wordpress.com/2009/11/11/730/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4164fecacddc0ef23b588a2868da9728?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">warmansaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abihafiz.files.wordpress.com/2009/11/smile2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">smile2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abihafiz.files.wordpress.com/2009/11/smile3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">smile3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>4 karakter manusia</title>
		<link>http://abihafiz.wordpress.com/2009/11/11/4-karakter-manusia/</link>
		<comments>http://abihafiz.wordpress.com/2009/11/11/4-karakter-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 03:45:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warmansaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausyiah]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[pengajian]]></category>
		<category><![CDATA[religion]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abihafiz.wordpress.com/?p=727</guid>
		<description><![CDATA[Antara ilmu dan amal tidak selalu jalan beriringan. Tidak setiap orang yang berilmu tergugah untuk mengamalkannya, begitupun orang yang beramal, belum tentu konsekuen dengan ilmu yang telah dihafalnya. Al Khalid bin Ahmad ra berkata
Orang itu ada empat karakter yaitu :
1.	Orang yang tahu dan ia tahu bahwa dirinya tahu, dialah orang alim, bertanyalah (belajarlah) kepadanya.
2.	Orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=727&subd=abihafiz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Antara ilmu dan amal tidak selalu jalan beriringan. Tidak setiap orang yang berilmu tergugah untuk mengamalkannya, begitupun orang yang beramal, belum tentu konsekuen dengan ilmu yang telah dihafalnya. Al Khalid bin Ahmad ra berkata<br />
Orang itu ada empat karakter yaitu :<br />
1.	Orang yang tahu dan ia tahu bahwa dirinya tahu, dialah orang alim, bertanyalah (belajarlah) kepadanya.<br />
2.	Orang yang tahu tetapi ia tidak tahu bahwa dirinya tahu, inilah orang yang lupa maka ingatkanlah ia.<br />
3.	Orang yang tidak tahu dan ia tahu bahwa dirinya tidak tahu, inilah orang yang minta bimbingan, maka bimbinglah ia.<br />
4.	Orang yang tidak tahu, tetapi ia tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu, inilah orang bodoh, hangan bergaul dengannya.<br />
(Adab ad-Dunya wa ad-Diin 86, Imam Mawardi)<br />
Orang alim yaitu orang yang tahu dan dirinya tahu bahwa ia tahu. Dia memiliki ilmu syar’I, memahami tentang apa yang dilakukan dan apa yang harus ditinggalkan. Ia tahu hak-hak ilmu, kemudian menunaikan haknya. Yakni hak ilmu untuk diamalkan. Seorang belum bisa dikatakan sebagai orang alim, kecuali setelah mengamalkan ilmunya. Seperti dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib ra., “innamal alim man amila bimaa alima. Orang alim hanyalah orang yang mengamalkan apa yang diilmuinya.”<br />
Orang lalai yaitu orang yang tahu, tapi tidak tahu bahwa dirinya tahu. Dia sudah mengetahui ilmunya, tapi perbuatannya bertentangan dengan apa yang diketahuinya. Jika kita mau mengoreksi diri, ada kalanya kita mengambil bagian bagian tipe ini. Kita sudah tahu suatu perintah namum belum juga melaksanakan. Sudah mengetahui suatu yang haram atau halal, tapi suatu kali terjerumus kedalamnya.<br />
Jika kelalian itu terpelihara dan sengaja menghindar dan mengelak dari nasehat, maka tidak ada yang lebih bahaya dari orang yang dianggap mengetahui ilmu tapi menyengaja berbuat dosa. Umar bin Khatab ra berkata, “Sesungguhnya diantara yang saya khawatirkan terjadi pada umat ini adalah adanya orang munafik tapi alim.” Orang-orang bertanya kepada beliau, “bagaimana ada orang munafik tapi alim?” beliau menjawab, “ Yakni orang yang hanya pintar di lidah, namun bodoh dalam hari dan amalnya.”</p>
Posted in Tausyiah Tagged: agama, aqidah, artikel, islam, muslim, pengajian, religion, sekolah, Tausyiah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abihafiz.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abihafiz.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abihafiz.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abihafiz.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abihafiz.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abihafiz.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abihafiz.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abihafiz.wordpress.com/727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abihafiz.wordpress.com/727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abihafiz.wordpress.com/727/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=727&subd=abihafiz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abihafiz.wordpress.com/2009/11/11/4-karakter-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4164fecacddc0ef23b588a2868da9728?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">warmansaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tukang bakso</title>
		<link>http://abihafiz.wordpress.com/2009/11/06/tukang-bakso/</link>
		<comments>http://abihafiz.wordpress.com/2009/11/06/tukang-bakso/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 06:42:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warmansaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi diri]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua dan anak]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[prilaku]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abihafiz.wordpress.com/?p=723</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik – rintik selalu
menyertai di setiap sore di musim hujan ini.
Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,&#8230;terdengar suara tek&#8230;tekk.. .tek&#8230; suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat&#8230;, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=723&subd=abihafiz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik – rintik selalu<br />
menyertai di setiap sore di musim hujan ini.</p>
<p>Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,&#8230;terdengar suara tek&#8230;tekk.. .tek&#8230; suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat&#8230;, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan<br />
anak &#8211; anak, siapa yang mau bakso ?<br />
<span id="more-723"></span>&#8220;Mauuuuuuuuu. &#8230;&#8221;, secara serempak dan kompak anak – anak asuhku menjawab.</p>
<p>Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. .. Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.</p>
<p>&#8220;Mang kalo boleh tahu, kenapa uang &#8211; uang itu Emang pisahkan ? Barangkali ada tujuan ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita &#8211; cita penyempurnaan iman &#8220;.<br />
&#8220;Maksudnya.. ..?&#8221;, saya melanjutkan bertanya.<br />
&#8221; Iya Pak , kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :</p>
<p>1.      Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari Emang dan keluarga.</p>
<p>2.    Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.</p>
<p>3.    Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.</p>
<p>Hatiku sangat&#8230;&#8230; &#8230;..sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki<br />
fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung dibalik tidak mampu atau belum ada rejeki.</p>
<p>Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : &#8220;Iya memang bagus&#8230;,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya&#8230;.&#8221;.</p>
<p>Ia menjawab, &#8221; Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI. Definisi &#8220;mampu&#8221; adalah sebuah definisi<br />
dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan<br />
diri sendiri, &#8220;mampu&#8221;, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan<br />
pada kita&#8221;.</p>
<p>&#8220;Masya Allah&#8230;, sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso&#8221;.</p>
Posted in cerita Tagged: agama, aqidah, guru, islam, keluarga, motivasi diri, orang tua dan anak, pendidikan, prilaku, Renungan, Tausyiah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abihafiz.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abihafiz.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abihafiz.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abihafiz.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abihafiz.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abihafiz.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abihafiz.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abihafiz.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abihafiz.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abihafiz.wordpress.com/723/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=723&subd=abihafiz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abihafiz.wordpress.com/2009/11/06/tukang-bakso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4164fecacddc0ef23b588a2868da9728?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">warmansaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tangisan Isam bin Yusuf</title>
		<link>http://abihafiz.wordpress.com/2009/11/06/719/</link>
		<comments>http://abihafiz.wordpress.com/2009/11/06/719/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 00:42:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warmansaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausyiah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[makrifat]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi diri]]></category>
		<category><![CDATA[pengajian]]></category>
		<category><![CDATA[religion]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abihafiz.wordpress.com/?p=719</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan bahawa ada seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk sembahyangnya. Namun demikian dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih baik ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasanya
kurang khusyuk.
Pada suatu hari Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Asam dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=719&subd=abihafiz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dikisahkan bahawa ada seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk sembahyangnya. Namun demikian dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih baik ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasanya<br />
kurang khusyuk.<br />
<span id="more-719"></span>Pada suatu hari Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Asam dan bertanya: &#8220;Wahai Aba Abdurrahman (Nama gelaran Hatim), bagaimanakah caranya tuan sembahyang?&#8221;</p>
<p>Berkata Hatim: &#8220;Apabila masuk waktu sembahyang, aku berwuduk zahir dan batin.&#8221; Bertanya Isam: &#8220;Bagaimana wuduk batin itu?&#8221;</p>
<p>Berkata Hatim: &#8220;Wuduk zahir sebagaimana biasa, yaitu membasuh semua anggota wuduk dengan air. Sementara wuduk batin ialah membasuh anggota dengan 7 perkara :<br />
1. Bertaubat.<br />
2. Menyesali akan dosa yang telah dilakukan.<br />
3. Tidak tergila-gila dengan dunia.<br />
4. Tidak mencari atau mengharapkan pujian dari manusia.<br />
5. Meninggalkan sifat bermegah-megahan.<br />
6. Meninggalkan sifat khianat dan menipu.<br />
7. Meninggalkan sifat dengki.&#8221;<br />
Seterusnya Hatim berkata: &#8220;Kemudian aku pergi ke Masjid, kukemaskan semua anggota badanku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku.<br />
Dan kubayangkan pula bahawa aku seolah-olah berdiri di atas titian Shiratul Mustaqim&#8217; dan aku menganggap bahwa sembahyangku kali ini adalah sembahyang terakhir bagiku (kerana aku rasa akan mati selepas sembahyang ini), kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik. Setiap bacaan dan doa dalam sembahyang ku faham maknanya, kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawaduk (merasa hina), aku bertasyahud (tahiyat) dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersembahyang selama 30 tahun.</p>
<p>Apabila Isam mendengar menangislah ia sekuat-kuatnya kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.</p>
<p>Tangisan Isam bin Yusuf<br />
dikutip dari PUSTAKA HIKMAH ISLAM</p>
Posted in cerita, Tausyiah, Tokoh Tagged: agama, aqidah, cerita, islam, makrifat, motivasi diri, pengajian, religion, sekolah, Tausyiah, Tokoh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abihafiz.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abihafiz.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abihafiz.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abihafiz.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abihafiz.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abihafiz.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abihafiz.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abihafiz.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abihafiz.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abihafiz.wordpress.com/719/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=719&subd=abihafiz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abihafiz.wordpress.com/2009/11/06/719/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4164fecacddc0ef23b588a2868da9728?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">warmansaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa kita ria?</title>
		<link>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/30/712/</link>
		<comments>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/30/712/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 01:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warmansaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausyiah]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[pengajian]]></category>
		<category><![CDATA[religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/30/712/</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa kita ria?
Hawa nafsu pasti berusaha memuaskan syahwat dan merengkuh kenikmatan. Kenikmatan tertinggi bagi syahwat adalah kemenangan, penghormatan, keterhindaran dari hal yang menyakiti dan perolehan segala sesuatu yang menyenangkannya.
Hawa nafsu menyadari semua manusia – entah orang baik, pemaksiat, ataupun presiden atau raja selaku sosok paling agung dimata manusia – pasti menghormati, memuji dan mendekati orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=712&subd=abihafiz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Kenapa kita ria?</strong></p>
<p>Hawa nafsu pasti berusaha memuaskan syahwat dan merengkuh kenikmatan. Kenikmatan tertinggi bagi syahwat adalah kemenangan, penghormatan, keterhindaran dari hal yang menyakiti dan perolehan segala sesuatu yang menyenangkannya.</p>
<p>Hawa nafsu menyadari semua manusia – entah orang baik, pemaksiat, ataupun presiden atau raja selaku sosok paling agung dimata manusia – pasti menghormati, memuji dan mendekati orang saleh dengan berbagai cara. Mereka bahkan rela mengorbankan harta dan jiwa demi mengabdi kepadanya. Menyadari hal ini, hawa nafsu menggerakkan seseorang supaya pura-pura menaati Allah Swt, agar dicintai, dihormati dan didekati orang-orang dengan berbagai cara. Dengan kata lain, supaya perkataannya didengar, perintahnya dipatuhi, kesalahannya dimaafkan, tidak dimusuhi, dan tidak disakiti.<span id="more-712"></span></p>
<p>Celakalah orang yang senang saat ibadahnya terlihat orang lain? Menurut Ibn al Jawzi (dalam Syam al Diin ibn muflih al Hanbali, al Adab al Syar’iyyah wa al Manh al Mar’iyyah, I h. 148), orang itu tidak tercela asalkan ia berusaha merahasiakan dan mengikhlaskan ibadah demi AllahSwt semata. Jadi ketika ibadahnya dilihat orang lain, Allahlah yang memperlihatkan kebaikannya kepada manusia. Ia lantas berbahagia atas perhatian dan kasih saying  Tuhan dalam menutupi maksiatnya dan menampakkan ibadahnya. Dengan begitu, kebahagiaannya bukan karena pujian manusia atau penghormatan mereka. Sebagaimana Allah Swt memperlihatkan kebaikannya dan menutupi aibnya didunia, ia yakin bahwa Allah akan berbuat sama kepadanya di akhirat.</p>
<p>Jadi ada tiga factor penyebab ria :\</p>
<ol>
<li>Ingin dihormati dan dikagumi. Inilah penyebab utama yang melahirkan dua penyebab berikutnya.</li>
<li>Ingin meraup keuntungan dan harta dari tangan orang lain.</li>
<li>Menghindari bahaya.</li>
</ol>
<p><strong>Kiat memberangus ria</strong></p>
<p>Ria bisa dipadamkan dengan :</p>
<ol>
<li>Mengingatkan diri bahwa Allah Swt. takkan memberikan hidayah atau membersihkan kalbu kepada orang yang ria.</li>
<li>Mengkhawatirkan murka Tuhan kala Dia melihat hati dicemari ria.</li>
<li>Menyesali berkurang atau hilangnya pahala karena tidak ikhlas.</li>
<li>Menyesali berkurangnya ganjaran di akhirat.</li>
<li>Membayangkan murka dan siksa Allah di akhirat.</li>
<li>Menyadari bahwa Allah Swt dapat saja menyegerakan siksa-Nya di dunia, sehingga pe-ria dibenci dan dijauhi masyarakat.</li>
<li>Merendahkan keistimewaan dunia yang disengani manusia dan menganggapnya sebagai sesuatu yang dibenci Allah Swt.</li>
<li>Memandang rendah keistimewaan duniawi sesuai dengan ajaran Allah Swt.</li>
<li>Meyakini bahwa mendekatkan diri kepada manusia menjauhkan diri dari Allah Swt adalah orang yang dihempaskan ke tempat yang jauh sehingga tersesat  dan benar-benar merugi.</li>
<li>Meyakini bahwa harapan dipuji makhluk adalah tercela disisi Allah Swt.</li>
<li>Mengisafi bahwa hukumam terberat adalah ketika Allah Swt memperlihatkan ambisi peria untuk meraih keridaan manusia dan berpaling dari-Nya di akhirat. Pada hari ketika kebaikan sekecil apapun  sangat dibutuhkan , peria akan gemetar mendapati amal ibadahnya sia-sia.</li>
<li>Menyadari bahwa keridaan manusia bisa dan tidak tetap. Perbuatan yang dianggp baik dan diridai seseorang bisa dianggap buruk dan dibenci orang lain.</li>
<li>Menyadari bahwa keuntungan yang diperoleh dengan ria adalah semu dan justru mendatangkan kerugian, sebab kedudukan terhormat dalam hati masyarakat diraih dengan cara tidak benar. Boleh jadi Allah Swt membongkar kedoknya, sehingga peria dibenci, dijauhi, disakiti dan tidak dilindungi. Inilah kerugian yang nyata ; rugi di dunia dan di akhirat.</li>
</ol>
Posted in Tausyiah Tagged: agama, aqidah, islam, muslim, pengajian, religion, Tausyiah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abihafiz.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abihafiz.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abihafiz.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abihafiz.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abihafiz.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abihafiz.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abihafiz.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abihafiz.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abihafiz.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abihafiz.wordpress.com/712/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=712&subd=abihafiz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/30/712/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4164fecacddc0ef23b588a2868da9728?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">warmansaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhlas atau Ria?</title>
		<link>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/30/ikhlas-atau-ria/</link>
		<comments>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/30/ikhlas-atau-ria/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 01:04:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warmansaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausyiah]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abihafiz.wordpress.com/?p=710</guid>
		<description><![CDATA[Ikhlas atau Ria?
Ikhlas adalah beribadah karena Allah Swt semata bukan selain-Nya. Ikhlas terdiri dari 6 macam (imam ‘Izz al-din ibn ‘Abd al-Salam, Syajarah al Ma’arif wa al-Ahwal, bab Ikhlas, h. 59):

Ingin selamat dari azab.
Ingin mendapat pahala,
Ingin keduanya,
Beribadah karena malu kepada Allah Swt dengan mengharap pahala dan tidak takut akan siksa,
Beribadah karena cinta kepada Allah Swt [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=710&subd=abihafiz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Ikhlas atau Ria?</strong></p>
<p>Ikhlas adalah beribadah karena Allah Swt semata bukan selain-Nya. Ikhlas terdiri dari 6 macam (imam ‘Izz al-din ibn ‘Abd al-Salam, Syajarah al Ma’arif wa al-Ahwal, bab Ikhlas, h. 59):<span id="more-710"></span></p>
<ol>
<li>Ingin selamat dari azab.</li>
<li>Ingin mendapat pahala,</li>
<li>Ingin keduanya,</li>
<li>Beribadah karena malu kepada Allah Swt dengan mengharap pahala dan tidak takut akan siksa,</li>
<li>Beribadah karena cinta kepada Allah Swt tanpa peduli dengan pahala dan siksa</li>
<li>Beribadah karena menghormati dan memuliakan Allah Swt</li>
</ol>
<p>Adapun ria adalah melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah swt. Agar dilihat orang lain. Ria ada dua jenis :</p>
<ol>
<li>Beribadah supaya dilihat manusia (perbuatan ini pasti sia-sia, pelakinya bukan hanya dimurkai Allah Swt, tetapi juga pasti di azab (lihat al-Hafizh Ibn Rajab, Jami’ al Ulum wa al Hikam, I h. 79))</li>
<li>Beribadah supaya dilihat manusia dan allah Swt. Ria ini sangat halus karena mengandung dua tujuan sekaligus : manusia dan Tuhan. (berdasarkan Al Qur’an dan sunah, ibadah seperti ini juga sia-sia lihat al-Hafizh Ibn Rajab, Jami’ al Ulum wa al Hikam, I h. 79))</li>
</ol>
<p>Jenis pertama bukan karena Allah, tetapi karena manusia. Allah menegaskan bahwa kedua jenis ria membuat ibadah sia-sia : “Aku adalah sekutu yang palling membenci syirik. Barang siapa menyekutukan-Ku dengan selain-Ku dalam beramal, Kutinggalkan amalnya untuk disekutukannya dengan-Ku itu.” HR  Ahmad dalam al Musnad (II, 301 dan 435), Muslim (2985) dan Ibn Majah (4202).</p>
Posted in Tausyiah Tagged: agama, aqidah, islam, muslim, pengajian, Tausyiah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abihafiz.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abihafiz.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abihafiz.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abihafiz.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abihafiz.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abihafiz.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abihafiz.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abihafiz.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abihafiz.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abihafiz.wordpress.com/710/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=710&subd=abihafiz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/30/ikhlas-atau-ria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4164fecacddc0ef23b588a2868da9728?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">warmansaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Model Sekolah Masa Depan</title>
		<link>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/29/model-sekolah-masa-depan/</link>
		<comments>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/29/model-sekolah-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 11:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warmansaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abihafiz.wordpress.com/?p=707</guid>
		<description><![CDATA[Model Sekolah Masa Depan
&#160;
Upaya peningkatan kualitas sekolah tidak lepas dari upaya untuk untuk menyelenggarakan sekolah secara efektif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa suatu sekolah yang memiliki karakteristik tertentu akan dapat mencapai tujuan sekolah secara efektif. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu sekolah dilakukan dengan menyosialisasikan program MBS yang dikemas dengan istilah MPMBS (Manajemen Peningkatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=707&subd=abihafiz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Model Sekolah Masa Depan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Upaya peningkatan kualitas sekolah tidak lepas dari upaya untuk untuk menyelenggarakan sekolah secara efektif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa suatu sekolah yang memiliki karakteristik tertentu akan dapat mencapai tujuan sekolah secara efektif. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu sekolah dilakukan dengan menyosialisasikan program MBS yang dikemas dengan istilah MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah). Dalam program MPMBS dipaparkan secara jelas perencanaan-Implementasi dan Monitor-evaluasinya. Hanya saja komponen-kompenen pada MBS kurang rinci dalam memaparkan aspek-aspek yang harus dicapai. Untuk menyempurnakan program pemerintah tersebut tampaknya perlu pengayaan referensi agar MPMBS dapat diimplementasikan lebih mudah.<span id="more-707"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di antara para pakar manajemen, terdapat ahli yang memiliki resep membuat sekolah menjadi efektif atau unggul. Ahli tersebut di antaranya adalah MacBeath &amp; Mortimer (2001), ada sembilan hal yang harus diperhatikan untuk mengelola sekolah secara efektif yaitu: (1) visi misi jelas, 2) kepala sekolah profesional, (3) guru profesional, (4) lingkungan belajar kondusif, (5) pendidikan berbasis ramah siswa, (6) manajemen kuat, (7) kurikulum luas tetapi seimbang diiringi strategi pembelajaran yang efektif, (8) penilaian dan pelaporan prestasi siswa yang bermakna, dan (9) pelibatan masyarakat secara positif-partisipatif. Penyelenggaraan sekolah efektif atau unggul hendaknya mengacu pada sembilan hal tersebut dengan beberapa penyesuaian dalam hal perencanaan. Berikut ini diuraikan sembilan hal yang perlu dikembangkan dalam penyelenggaraan sekolah unggul.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada setiap karakteristik tersebut di atas dijabarkan lebih lanjut yang dapat dijadikan indikator sekolah efektif atau unggul.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>1. Visi dan Misi yang Jelas</strong></p>
<p>(1)   Harapan tinggi dari siswa dan guru ter<em>cover</em></p>
<p>(2)   Dorongan kepada siswa untuk belajar, bekerja, berbuat, dan mengeluarkan kemampuan terbaik.</p>
<p>(3)   Mengarahkan pengembangan intelektual, sosial, emosional, dan fisik siswa secara maksimal.</p>
<p>(4)   Menekankan pentingnya pengembangan kecakapan hidup, nilai-nilai positif, dan keterampilan interpersonal.</p>
<p>(5)   Pengakuan bahwa setiap siswa adalah individu berbeda, mempunyai latar belakang, kebutuhan, dan keinginan yang berbeda.</p>
<p>(6)   Penghargaan dan sambutan yang positif atas keragaman latar belakang siswa.</p>
<p>(7)   Penekanan bahwa pendidikan adalah usaha &amp; tanggung-jawab bersama antara guru, siswa, dan orang tua</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2. Kepala Sekolah Profesional</strong></p>
<p>(1)   Memiliki kualifikasi memadai, kompeten, berpengalaman.</p>
<p>(2)   Memimpin secara efektif dan menjalankan visi misi untuk membina &amp; memajukan masyarakat sekolah</p>
<p>(3)   Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan mutu sekolah.</p>
<p>(4)   Mengelola sumber &amp; bahan dengan bijaksana.</p>
<p>(5)   Mampu bekerja sama dengan guru dan siswa.</p>
<p>(6)   Mampu bekerja sama dengan orang tua, komite, masyarakat dan badan terkait lainnya.</p>
<p>(7)   Meningkatkan moral staf sekolah</p>
<p>(8)   Meningkatkan belajar berkesinambungan dan melakukan pengembangan diri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3. Guru Profesional</strong></p>
<p>(1)   Kualifikasi memadai dan kompeten</p>
<p>(2)   Mempunyai sikap positif dan moral yang tinggi.</p>
<p>(3)   Mendorong siswa untuk mencapai prestasi tinggi.</p>
<p>(4)   Mengembangkan keterampilan berpikir kritis pemecahan masalah, dan kreatifitas siswa.</p>
<p>(5)   Peka terhadap kebutuhan siswa.</p>
<p>(6)   Menegakkan disiplin.</p>
<p>(7)   Mengundang partisipasi orang tua.</p>
<p>(8)   Melakukan belajar kerkesinambungan dan pengembangan profesi.</p>
<p>(9)   Semua staf guru mempunyai keterampilan yang luas termasuk keterampilan dalam mata pelajaran dan dapat bekerja sama dan bekerja sebagai anggota tim yang baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>4. Lingkungan Belajar Kondusif</strong></p>
<p>(1)   Lingkungan yang dapat menstimulasi siswa untuk betah belajar dan beraktivitas.</p>
<p>(2)   Bersih, aman, nyaman, dan hangat/ramah.</p>
<p>(3)   Tempat bagi semua orang untuk saling memperhatikan dan saling mendukung melalui hubungan yang positif.</p>
<p>(4)   Mempromosikan rasa saling memiliki dan kebanggaan terhadap sekolah.</p>
<p>(5)   Memberikan kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi dalam organisasi intra sekolah.</p>
<p>(6)   Mempunyai aturan-aturan yang <em>sensible, </em>yang jelas dan dapat diterapkan/dilaksanakan</p>
<p>(7)   Mendukung kebijakan pengelolaan perilaku yang efektif yang ditopang oleh sistem pelayanan siswa yang efektif.</p>
<p>(8)   Lingkungan belajar yang terdisain baik sehingga siswa terundang untuk belajar (<em>invitation learning environment</em>)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>5. Pendidikan Berbasis Ramah Siswa</strong></p>
<p>(1)   Mendukung pengembangan potensi dan kemampuan siswa secara maksimal.</p>
<p>(2)   Menangani kesulitan yang dialami siswa secara efektif dan efisien.</p>
<p>(3)   Peka terhadap kebutuhan dan latar belakang individual siswa.</p>
<p>(4)   Berhubungan dengan <em>community support service and resources </em>yang tersedia di luar sekolah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>6. Manajemen Kuat</strong></p>
<p>(1)   Memberdayakan potensi dan sumber sekolah secara efektif</p>
<p>(2)   Mengembangkan program dan refleksi dengan warga sekolah secara efektif</p>
<p>(3)   Mendasarkan pada perencanaan, pengembangan program, refleksi diri dan pengambilan keputusan secara kolaboratif.</p>
<p>(4)   Mendukung supervisi staf dan pengembangan profesi.</p>
<p>(5)   Luwes dalam mengorganisasi pembelajaran siswa dengan cara yang bervariasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>7. Kurikulum Luas tetapi Seimbang Diiringi Strategi Pembelajaran yang Efektif</strong></p>
<p>(1)   Kurikulum tersusun baik, tidak syarat dan memberatkan siswa, tetapi sesuai dengan kebutuhan siswa.</p>
<p>(2)   Memberikan berbagai pembelajaran yang aktif, efektif dan menyenangkan untuk semua mata pelajaran.</p>
<p>(3)   Memonitor aspek prestasi akademik, sosial, kepribadian, dan perkembangan fisik siswa.</p>
<p>(4)   Memastikan bahwa siswa mengembangkan sikap yang positif terhadap belajar.</p>
<p>(5)   Membantu siswa mengembangkan kecakapan hidup seperti percaya diri, memotivasi diri dan mengembangkan disiplin diri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>8. Penilaian dan Pelaporan Prestasi Siswa yang Bermakna</strong></p>
<p>(1)   Memberi informasi akurat dan jelas tentang prestasi belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran dan perkembangan kemampuan sosial siswa.</p>
<p>(2)   Mengarahkan guru untuk menggunakan berbagai pendekatan mengajar yang paling sesuai.</p>
<p>(3)   Mengidentifikasi masalah belajar siswa dan cara menyelesaikannya bersamasama dengan orang tua.</p>
<p>(4)   Mengijinkan orang tua untuk mengobservasi dan memahami kemajuan belajar siswa.</p>
<p>(5)   Melakukan berbagai cara untuk mendukung pembelajaran efektif dan upaya meningkatkan rasa percaya diri siswa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>9. Pelibatan Masyarakat secara Positif-Partisipatif</strong></p>
<p>(1)   Mendorong orang tua untuk berkunjung dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah.</p>
<p>(2)   Menekankan pentingnya kemitraan antara orang tua dan guru untuk memperoleh hasil pembelajaran yang lebih baik.</p>
<p>(3)   Sekolah dan guru tanggap terhadap pertanyaan, sudut pandang, kekhawatiran orang tua.</p>
<p>(4)    Sekolah membentuk jaringan kerja yang luas dengan mayarakat, termasuk dengan sekolah lain, dunia usaha/bisnis, LSM, atau organisasi pemerintahan yang lainnya.</p>
Posted in pendidikan Tagged: artikel, guru, pendidikan, sekolah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abihafiz.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abihafiz.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abihafiz.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abihafiz.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abihafiz.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abihafiz.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abihafiz.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abihafiz.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abihafiz.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abihafiz.wordpress.com/707/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=707&subd=abihafiz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/29/model-sekolah-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4164fecacddc0ef23b588a2868da9728?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">warmansaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PROFESIONALISME GURU</title>
		<link>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/29/profesionalisme-guru/</link>
		<comments>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/29/profesionalisme-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 11:17:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warmansaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abihafiz.wordpress.com/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[PROFESIONALISME GURU
Istilah profesional pada umumnya adalah orang yang mendapat upah atau gaji dari apa yang dikerjakan, baik dikerjakan secara sempurna maupun tidak. (Martinis Yamin, 2007). Dalam konteks ini bahwa yang dimaksud dengan profesional adalah guru. Pekerjaan profesional ditunjang oleh suatu ilmu tertentu secara mendalam yang hanya mungkin diperoleh dari lembaga-lembaga pendidikan yang sesuai sehingga kinerjanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=703&subd=abihafiz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>PROFESIONALISME GURU</strong></p>
<p>Istilah profesional pada umumnya adalah orang yang mendapat upah atau gaji dari apa yang dikerjakan, baik dikerjakan secara sempurna maupun tidak. (Martinis Yamin, 2007). Dalam konteks ini bahwa yang dimaksud dengan profesional adalah guru. Pekerjaan profesional ditunjang oleh suatu ilmu tertentu secara mendalam yang hanya mungkin diperoleh dari lembaga-lembaga pendidikan yang sesuai sehingga kinerjanya didasarkan kepada keilmuan yang dimilikinya yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (Wina Sanjaya, 2008). Dengan demikian seorang guru perlu memiliki kemampuan khusus, kemampuan yang tidak mungkin dimiliki oleh orang yang bukan guru ”<em>a teacher is person sharged with the responbility of helping orthers to learn and to behave in new different ways</em>” (Cooper, 1990).<span id="more-703"></span></p>
<p>Profesionalisme guru adalah kemampuan guru untuk melakukan tugas pokoknya sebagai pendidik dan pengajar meliputi kemampuan merencanakan, melakukan, dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Pada prinsipnya setiap guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. Jika jumlah guru cukup banyak, maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru senior untuk melakukan supervisi. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh meningkatnya kinerja guru yang ditandai dengan kesadaran dan keterampilan melaksanakan tugas secara bertanggung jawab.</p>
<p>Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Dari pengertian di atas seorang guru yang profesional harus memenuhi empat kompetensi guru yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen yaitu :</p>
<p>(1) Kompetensi pedagogik, yaitu kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi:</p>
<p>(a)    konsep, struktur, dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar;</p>
<p>(b)   materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah;</p>
<p>(c)    hubungan konsep antar mata pelajaran terkait;</p>
<p>(d)   penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari; dan</p>
<p>(e)    kompetisi secara profesional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional.</p>
<p>(2) Kompetensi kepribadian, yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang:</p>
<p>(a)    mantap;</p>
<p>(b)   stabil;</p>
<p>(c)    dewasa;</p>
<p>(d)   arif dan bijaksana;</p>
<p>(e)    berwibawa;</p>
<p>(f)    berakhlak mulia;</p>
<p>(g)    menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat;</p>
<p>(h)   mengevaluasi kinerja sendiri; dan</p>
<p>(i)     mengembangkan diri secara berkelanjutan.</p>
<p>(3) Kompetensi profesional, yaitu merupakan kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi:</p>
<p>(a)    konsep, struktur, dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar;</p>
<p>(b)   materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah;</p>
<p>(c)    hubungan konsep antar mata pelajaran terkait;</p>
<p>(d)   penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari; dan</p>
<p>(e)    kompetisi secara profesional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional.</p>
<p>(4) Kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk :</p>
<p>(a)    berkomunikasi lisan dan tulisan;</p>
<p>(b)   menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional;</p>
<p>(c)    bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesame pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik; dan</p>
<p>(d)   bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.</p>
<p>Menurut Suryasubroto (2002) tugas guru dalam proses pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam tiga kegiatan yaitu</p>
<p>(a)    menyusun program pengajaran seperti program tahunan pelaksanaan kurikulum, program semester/catur wulan, program satuan pengajaran,</p>
<p>(b)   menyajikan/melaksanakan pengajaran seperti menyampaikan materi, menggunakan metode mengajar, menggunakan media /sumber, mengelola kelas/mengelola interaksi belajar mengajar,</p>
<p>(c)    melaksanakan evaluasi belajar: menganalisis hasil evaluasi belajar, melaporkan hasil evaluasi belajar, dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.</p>
<p>”Secara umum, baik sebagai pekerjaan ataupun sebagai profesi, guru selalu disebut sebagai salah satu komponen utama pendidikan yang amat penting” (Suparlan, 2006). Guru, siswa, dan kurikulum merupakan tiga komponen utama dalam sistem pendidikan nasional. Ketiga komponen pendidikan itu merupakan <em>condition sine quanon´ </em>atau syarat mutlak dalam proses pendidikan di sekolah.</p>
<p>Melalui mediator guru atau pendidik, siswa dapat memperoleh menu sajian bahan ajar yang diolah dalam kurikulum nasional ataupun dalam kurikulum muatan lokal. Guru adalah seseorang yang memiliki tugas sebagai fasilitator agar  siswa dapat belajar dan atau mengembangkan potensi dasar dan kemampuannya</p>
<p>secara optimal, melalui lembaga pendidikan di sekolah, baik yang didirikan oleh pemerintah maupun masyarakat atau swasta.</p>
<p>Dengan demikian, dalam pandangan umum pendidik tidak hanya dikenal sebagai guru, pengajar, pelatih, dan pembimbing tetapi juga sebagai “<em>social agent hired by society to help facilitate member of society who attend schools</em>” (Cooper,1986).</p>
<p>Ke depan tuntutan meningkatkan kualitas guru yang profesional lagi hangat dibicarakan dan diupayakan oleh pemerintah sekarang. Guru profesional bukan lagi merupakan sosok yang berfungsi sebagai robot, tetapi merupakan dinamisator yang mengantar potensi-potensi peserta didik ke arah kerativitas. ”Tugas seorang guru profesional meliputi tiga bidang utama</p>
<p>(1)   dalam bidang profesi,</p>
<p>(2)   dalam bidang kemanusiaan, dan</p>
<p>(3)   dalam bidang kemasyarakatan” (Isjoni, 2006).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Indikator Profesionalisme Mengajar Guru</strong></p>
<p>Beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui profesionalisme guru dalam mengajar antara lain adalah sebagai berikut (Wardani, dkk., 1996).</p>
<p>1. Keterampilan Bertanya Dasar dengan indikator.</p>
<ol>
<li>Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat.</li>
<li>Pemberian acuan (bahan referensi).</li>
<li>Pemusatan perhatian siswa.</li>
<li>Pemindahan giliran.</li>
<li>Penyebaran: (1) pertanyaan ke seluruh kelas, (2) pertanyaan ke siswa tertentu, dan (3) pertanyaan menyebarkan respons siswa.</li>
<li>Pemberian waktu berpikir.</li>
<li>Pemberian tuntunan: (a) pengungkapan pertanyaan dengan cara lain, mengajukan pertanyaan lain yang lebih sederhana, dan mengulangi penjelasan-penjelasan sebelumnya.</li>
</ol>
<p>2. Keterampilan Bertanya Lanjut.</p>
<ol>
<li>Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan: (1) ingatan, (2) pemahaman, (3) penerapan, (4) analisis, (5) sintesis, dan (6) evaluasi.</li>
<li>Urutan pertanyaan</li>
<li>Petanyaan pelacak: (1) klasifikasi, (2) pemberian alasan,(3) kesepakatan pandangan, (4) ketepatan, (5) relevan, (6) contoh, dan (7) jawaban kompleks.</li>
<li>Mendorong interaksi antar siswa.</li>
</ol>
<p>3. Keterampilan Memberi Penguatan</p>
<ol>
<li>Penguatan verbal: (1) kata-kata dan (2) kalimat.</li>
<li>Penguatan nonverbal: (1) penguatan berupa mimik dan gerakan badan, (2) penguatan dengan cara mendekati, (3) penguatan dengan sentuhan, (4) penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, (5) penguatan berupasimbul atau benda, dan (6) penguatan penuh dan tidak penuh.</li>
<li>Cara Penggunaan Penguatan: (1) penguatan kepada sekelompok siswa, (2) penguatan kepada siswa tertentu, (3) pemberian penguatan dengan segera, dan (4) variasi dalam penguatan.</li>
<li>Prinsip Penggunaan Penguatan: (1) kehangatan dan keantusiasan,(2) kebermaknaan, dan (3) menghidari respons yang negatif.</li>
</ol>
<p>4. Keterampilan Menjelaskan</p>
<ol>
<li>Kejelasan: (1) guru menyadari adanya keterbatasan perbendaharaan kata-kata dan ungkapan yang dimiliki siswa sehingga guru tidakmenggunakan kalimat berbelit-belit, dan (2) guru menghindari penggunaan kata-kata yang tidak dipahami siswa.</li>
<li>Penggunaan Contoh dan Ilustrasi: (1) guru memberikan contoh yang cukup untuk menanmkan pengertian dalam penjelasannya, (2) guru menggunakan contoh-contoh yang relevan dengan sifat-sifat dari penjelasan itu, dan (3) contoh yang digunakan guru sesuai dengan usia,pengetahuan, dan latar belakang siswa.</li>
<li>Pengorganisasian: (1) guru menunjukkan dengan jelas pola atau struktur sajian, khusunya hubungan antara contoh-contoh dan generalisasi (hukum, rumus), dan (2) guru memberikan ikhtisar butir-butir yang penting baik selama pelajaran maupun pada akhir pelajaran, dan bila perlu memberikan penjabaran tambahan.</li>
<li>Penekanan: (1) guru mrngadakan variasi suara dalam memberikan penekanan pada hal-hal penting dalam penjelasannya, (2) butir-butir penting dalam penjelasan diberi tekanan dengan cara mengulanginya,mengatakan dalamkalimat lain, atau menyebutkan satu-satu demi satu. Misalnya: 1&#8230;&#8230; 2. &#8230;.. 3&#8230;&#8230;&#8230;. dan seterusnya, (3) penekanan yang berbeda diberi pula dengan mimik, isyarat, ataupun dengan gerakan selama pembelajaran berlangsung, dan (4) pemberian tekanan yang diberikan dengan menggunakan gambar-gambar,demonstrasi, atau benda sebenarnya.</li>
<li>Umpan Balik: (1) guru mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman, minat, atau sikap siswa tentang relevansi atau kegunaan penjelasan tersebut, dan (2) guru menggunakan umpan balik itu untuk menyesuaikan ketetapan atau mengubah maksud penjelasan itu.</li>
</ol>
<p>5. Keterampilan Menggunakan Variasi</p>
<ol>
<li>Guru menggunakan berbagai variasi metode mengajar dengan tepat.</li>
<li>Guru terampil menggunakan metode mengajar tersebut.</li>
<li>Guru menggunakan berbagai variasi media mengajar dengan tepat.</li>
<li>Guru terampil menggunakan media mengajar tersebut.</li>
</ol>
<p>6. Keterampilan Mengaja</p>
<ol>
<li>Manfaat pengalaman mengajar untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru yang bersangkutan.</li>
<li>Relevansi pengalaman mengajar dengan dengan tugas mengajar.</li>
<li>Tingkat pemahaman terhadap teori belajar mengajar.</li>
<li>Relevansi materi dengan standar isi.</li>
<li>Relevansi materi dengan KTSP.</li>
<li>Alokasi waktu mengajar.</li>
<li>Alokasi waktu untuk mendiskusikan hasil pengamatan dengan supervisor (kepala sekolah).</li>
<li>Kualitas bimbingan supervisor (kepala sekolah).</li>
<li>Ketersedian fasilitas di kelas.</li>
<li>Ketersediaan media mengajar.</li>
<li>Inovasi pembelajaran.</li>
<li>Kesulitan-kesulitan mengajar.</li>
<li>Pemecahan masalah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan mengajar tersebut. Hal-hal yang diobservasi ketika guru mengajar antara lain adalah: (1) pendahuluan, (2) penyajian materi, (3) pemberian contoh, (4) penggunaan media/metode yang tepat dan variatif, (5) usaha memotivasi atau mengaktifkan siswa, (6) cara mengatur kelas atau manajemen kelas, (7) ketepatan waktu (mulai dan selesai) mengajar, (8) cara mengevaluasi hasil belajar, dan (9) cara menyimpulkan dan menutup pelajaran. Untuk memilih metode mengajar yang tepat harus disesuaikan dengan factor-faktor  yang mempengaruhinya seperti: (1) tujuan pembelajaran, tingkat kematangan siswa,(3) situasi kelas, (4) fasilitas sekolah, dan (5) kemampuan guru (Jamarah &amp; Aswar Zaini, 2002).</li>
</ol>
<p>7. Keterampilan Membuat Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP).</p>
<ol>
<li>Memadai dengan standar kompetensi.</li>
<li>Konsistensi pokok bahasan dengan kompetensi lulusan.</li>
<li>Memadai estimasi waktu.</li>
<li>Memadai referensi.</li>
</ol>
<p>8. Keterampilan Membuat Satuan Acara Pembelajaran (SAP)</p>
<ol>
<li>Memadai standar kompetensi.</li>
<li>Memadai tahap kegiatan.</li>
<li>K$onsistensi penyajian dengan kompetensi.</li>
<li>Memadai penyajian.</li>
<li>Memadai kegiatan siswa dengan guru.</li>
<li>Kesuaian media.</li>
<li>Keseuaian metode.</li>
<li>Memadai alat evaluasi.</li>
<li>Memadai penyelenggaraan evaluasi hasil belajar.</li>
</ol>
Posted in pendidikan Tagged: artikel, berita, guru, pendidikan, sekolah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abihafiz.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abihafiz.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abihafiz.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abihafiz.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abihafiz.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abihafiz.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abihafiz.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abihafiz.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abihafiz.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abihafiz.wordpress.com/703/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=703&subd=abihafiz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/29/profesionalisme-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4164fecacddc0ef23b588a2868da9728?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">warmansaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indikator kepuasan kerja</title>
		<link>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/28/700/</link>
		<comments>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/28/700/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 12:07:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warmansaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi diri]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[prilaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/28/700/</guid>
		<description><![CDATA[Indikator-indikator untuk mengukur kepuasan kerja menurut Minnosota
Satisfaction Questionare (MSQ) adalah seperti berikut.
1. Kebebasan memanfaatkan waktu luang.
2. Kebebasan bekerja secara mandiri.
3. Kebebasan berganti-ganti pekerjaan dari waktu ke waktu.
4. Kebebasan bergaul.
5. Gaya kepemimpinan atasan langsung.
6. Kompetensi pengawas.
7. Tugas yang diterima.
8. Kesempatan bertindak terhadap orang lain.
9. Persiapan kerja
10. Kebebasan memerintah.
11. Kebebasan memanfaatkan kemampuan.
12. Kebebasan menerapkan peraturan yang berlaku.
13. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=700&subd=abihafiz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Indikator-indikator untuk mengukur kepuasan kerja menurut <em>Minnosota</em></p>
<p><em>Satisfaction Questionare </em>(MSQ) adalah seperti berikut.<span id="more-700"></span></p>
<p>1. Kebebasan memanfaatkan waktu luang.</p>
<p>2. Kebebasan bekerja secara mandiri.</p>
<p>3. Kebebasan berganti-ganti pekerjaan dari waktu ke waktu.</p>
<p>4. Kebebasan bergaul.</p>
<p>5. Gaya kepemimpinan atasan langsung.</p>
<p>6. Kompetensi pengawas.</p>
<p>7. Tugas yang diterima.</p>
<p>8. Kesempatan bertindak terhadap orang lain.</p>
<p>9. Persiapan kerja</p>
<p>10. Kebebasan memerintah.</p>
<p>11. Kebebasan memanfaatkan kemampuan.</p>
<p>12. Kebebasan menerapkan peraturan yang berlaku.</p>
<p>13. Gaji yang diterima.</p>
<p>14. Kesempatan mengembangkan karir.</p>
<p>15. Kebebasan mengambil keputusan.</p>
<p>16. Kesempatan menggunakan metode kerja.</p>
<p>17. Kondisi kerja yang mendukung.</p>
<p>18. Kerja sama.</p>
<p>19. Penghargaan terhadap prestasi.</p>
<p>20. Perasaan pekerja terhadap prestasinya (Weiss, et al, 1989).</p>
Posted in motivasi diri Tagged: artikel, motivasi diri, prilaku <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abihafiz.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abihafiz.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abihafiz.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abihafiz.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abihafiz.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abihafiz.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abihafiz.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abihafiz.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abihafiz.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abihafiz.wordpress.com/700/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=700&subd=abihafiz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/28/700/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4164fecacddc0ef23b588a2868da9728?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">warmansaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sifat-sifat pemimpin yang efektif</title>
		<link>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/28/sifat-sifat-pemimpin-yang-efektif/</link>
		<comments>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/28/sifat-sifat-pemimpin-yang-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 12:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warmansaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi diri]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[prilaku]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abihafiz.wordpress.com/?p=698</guid>
		<description><![CDATA[Sifat-sifat pemimpin yang efektif menurut Kouzes &#38; Posner (2002) adalah
sebagai berikut 20 yaitu:
(1) jujur,
(2) memandang jauh ke depan,
(3) memberikan inspirasi,
(4) cakap,
(5) berpikiran adil,
(6) mau memberi dukungan,
(7) berpikiran luas,
(8) cerdas,
(9) lugas,
(10) dapat diandalkan,
(11) berani,
(12) mau bekerjasama,
(13) mempunyai imajinasi,
(14) peduli,
(15) bertekad kuat,
(16) dewasa,
(17) ambisius,
(18) setia,
(19) dapat mengendalikan diri, dan
(20) mandiri.
Keduapuluh sifat di atas berdasarkan penelitian Kouzes &#38; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=698&subd=abihafiz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sifat-sifat pemimpin yang efektif menurut Kouzes &amp; Posner (2002) adalah</p>
<p>sebagai berikut 20 yaitu:<span id="more-698"></span></p>
<p>(1) jujur,</p>
<p>(2) memandang jauh ke depan,</p>
<p>(3) memberikan inspirasi,</p>
<p>(4) cakap,</p>
<p>(5) berpikiran adil,</p>
<p>(6) mau memberi dukungan,</p>
<p>(7) berpikiran luas,</p>
<p>(8) cerdas,</p>
<p>(9) lugas,</p>
<p>(10) dapat diandalkan,</p>
<p>(11) berani,</p>
<p>(12) mau bekerjasama,</p>
<p>(13) mempunyai imajinasi,</p>
<p>(14) peduli,</p>
<p>(15) bertekad kuat,</p>
<p>(16) dewasa,</p>
<p>(17) ambisius,</p>
<p>(18) setia,<br />
(19) dapat mengendalikan diri, dan</p>
<p>(20) mandiri.</p>
<p>Keduapuluh sifat di atas berdasarkan penelitian Kouzes &amp; Posner terhadap 20.000 pemimpin sebagai responden di empat benua. Dari ke-20 sifat-sifat pemimpin yang ditemukan, mayoritas responden memilih empat sifat teratas yang harus dimiliki pemimpin yang efektif yaitu: (1) jujur, (2) memandang jauh ke depan, (3) mampu memberikan inspirasi, dan (4) kompeten. Kejujuran menimbulkan kepercayaan (<em>trust</em>).</p>
Posted in motivasi diri Tagged: artikel, motivasi diri, prilaku, psikologi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abihafiz.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abihafiz.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abihafiz.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abihafiz.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abihafiz.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abihafiz.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abihafiz.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abihafiz.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abihafiz.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abihafiz.wordpress.com/698/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abihafiz.wordpress.com&blog=3620169&post=698&subd=abihafiz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/28/sifat-sifat-pemimpin-yang-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4164fecacddc0ef23b588a2868da9728?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">warmansaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>