TANGGUNG JAWAB DAN KEDISIPLINAN ANAK

Posted on 17 November 2009. Filed under: pendidikan | Tags: , , , , , , , |


TANGGUNG JAWAB DAN KEDISIPLINAN ANAK

Disiplin berasal dari bahasa Latin, yaitu DISCIPLINA dan DISCIPULUS yang artinya “perintah” dan ” murid”. Mendisiplinkan berarti mendidik. Anak-anak menginginkan dan membutuhkan kemampuan ini. Kedisiplinan memberikan kejelasan dan rasa aman.

Siapa yang bertanggungjawab untuk membekali mereka dengan kemampuan ini ???

Anak-anak membutuhkan contoh, suri tauladan dan seorang pemandu. Keterampilan bukan hak paten atau diperoleh sejak lahir. Artinya, orang tua yang ingin mengasah keterampilannya pasti bisa melakukan.

Pengembangan karakter yang baik pada anak membawa keuntungan yang lebih besar dalam perilaku dan kepribadian mereka, diantaranya:
1. Mampu bergaul dengan baik
2. terhindar dari perilaku yang tidak baik
3. keyakinan diri yang tinggi
4. mampu memikul tanggung jawab
5. selalu berpikir positif
6. tiket menuju keberhasilan, memiliki kesempatan untuk menjadi orang dewasa yang sukses

Apa yang dibutuhkan orang tua dan guru untuk mendisiplinkan anak ?
1. menentukan sasaran dan tujuan.
2. kesadaran terhadap diri sendiri. Sebelum mencoba untuk mendisiplinkan anak, maka orang dewasa harus sadar diri dan menjadi contoh yang baik

Alat-alat yang dibutuhkan orang tua dan guru untuk mendisiplinkan anak adalah:
1. Kesabaran. Kesabaran itu pahit, tapi buahnya manis
2. Tidak ada hukuman fisik. Hukuman fisik sebaiknya tidak dijadikan sarana untuk mendisiplinkan anak, walaupun mungkin sudah diterapkan oleh generasi sebelum kita.
3. Pola pengasuhan orang tua
4. Waktu. Menurut C. Burton bahwa “Anda tidak akan pernah menemukan waktu untuk apapun, anda harus menciptakannya”.
5. Komitmen. Tanpa komitmen hanya akan ada janji dan harapan, tapi tak ada perencanaan.
6. Anak belajar dengan bermain, sehingga orng dewasa dapat mengajarkan pada saat ada kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan mereka.
7. Komunikasi. Jika kita memaksimalkan komunikasi, kita dapat meminimalkan kekerasan.
8. Konsisten. Jika kita berharap agar anak konsisten melakukan apa yang kita harapkan, kita pun harus konsisten terhadap mereka.
9. Dorongan/motivasi
10. Rasa hormat. Tidak ada dua anak yang sama, orang tua harus menerima bahwa kecerdasan dapat terkemas dalam banyak cara.
11. Latihan. Kesabaran dan ketekunan memiliki pengaruh gaib sebelum kesulitan lenyap dan hambatan menghilang.
12. Kebutuhan untuk berubah
13. Mengetahui kepribadian anak

Mendisiplinkan anak dapat dimulai sekarang, saat ini juga, Menurut Aristoteles bahwa ” Memulai sesuatu dengan cara yang baik, berarti sudah melakukannya separuh jalan”.

Jika kita dapat memegang teguh komitmen agar anak dapat disiplin dan bertanggung jawab maka anak dapat mendisiplinkan diri mereka sendiri dan mencintai tanggung jawab serta memiliki motivasi yang tinggi.

Written by Salamah
Tuesday, 10 November 2009 22:28

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...