4 karakter manusia

Posted on 11 November 2009. Filed under: Tausyiah | Tags: , , , , , , , , |

Antara ilmu dan amal tidak selalu jalan beriringan. Tidak setiap orang yang berilmu tergugah untuk mengamalkannya, begitupun orang yang beramal, belum tentu konsekuen dengan ilmu yang telah dihafalnya. Al Khalid bin Ahmad ra berkata
Orang itu ada empat karakter yaitu :
1. Orang yang tahu dan ia tahu bahwa dirinya tahu, dialah orang alim, bertanyalah (belajarlah) kepadanya.
2. Orang yang tahu tetapi ia tidak tahu bahwa dirinya tahu, inilah orang yang lupa maka ingatkanlah ia.
3. Orang yang tidak tahu dan ia tahu bahwa dirinya tidak tahu, inilah orang yang minta bimbingan, maka bimbinglah ia.
4. Orang yang tidak tahu, tetapi ia tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu, inilah orang bodoh, hangan bergaul dengannya.
(Adab ad-Dunya wa ad-Diin 86, Imam Mawardi)
Orang alim yaitu orang yang tahu dan dirinya tahu bahwa ia tahu. Dia memiliki ilmu syar’I, memahami tentang apa yang dilakukan dan apa yang harus ditinggalkan. Ia tahu hak-hak ilmu, kemudian menunaikan haknya. Yakni hak ilmu untuk diamalkan. Seorang belum bisa dikatakan sebagai orang alim, kecuali setelah mengamalkan ilmunya. Seperti dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib ra., “innamal alim man amila bimaa alima. Orang alim hanyalah orang yang mengamalkan apa yang diilmuinya.”
Orang lalai yaitu orang yang tahu, tapi tidak tahu bahwa dirinya tahu. Dia sudah mengetahui ilmunya, tapi perbuatannya bertentangan dengan apa yang diketahuinya. Jika kita mau mengoreksi diri, ada kalanya kita mengambil bagian bagian tipe ini. Kita sudah tahu suatu perintah namum belum juga melaksanakan. Sudah mengetahui suatu yang haram atau halal, tapi suatu kali terjerumus kedalamnya.
Jika kelalian itu terpelihara dan sengaja menghindar dan mengelak dari nasehat, maka tidak ada yang lebih bahaya dari orang yang dianggap mengetahui ilmu tapi menyengaja berbuat dosa. Umar bin Khatab ra berkata, “Sesungguhnya diantara yang saya khawatirkan terjadi pada umat ini adalah adanya orang munafik tapi alim.” Orang-orang bertanya kepada beliau, “bagaimana ada orang munafik tapi alim?” beliau menjawab, “ Yakni orang yang hanya pintar di lidah, namun bodoh dalam hari dan amalnya.”

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...