Hikmah Larangan Minum Sambil Berdiri
Hikmah Larangan Minum Sambil Berdiri
Laa yasy rabanna ahadukum qaa imaa
“Janganlah kamu minum sambil berdiri”
Dengan lantang, ponakan saya yang menurut psikolog memiliki gejala autis, menyuarakan hadis tersebut ketika melihat adiknya minum sambil berdiri saya sendiri kaget, saya yang notabenenya lebih duluan mengeyam pendidikan (cuman lebih dulu, tapi ilmunya kali masih dangkal), dibanding ponakan saya yang baru sekolah di TK IT, lebih tau dengan hadis tersebut.
Subhanallah. .. pasti terdapat hikmah dibalik larangan tersebut setelah melakukan surfing & tanya sana-sini, didapat hasil survei: Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda:
Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR. Muslim dan Turmidzi) bersabda Nabi: Dari Abu Hurairah, “Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)
Di dalam tubuh kita ada semacam saringan (nama saringan itu sfringer atau suatu struktur maskuler yang berotot) yang hanya akan terbuka kalau dalam posisi duduk, so.. kalo kita minum berdiri, air akan langsung masuk ke kandung kemih tanpa disaring (tanpa melalui pos-pos penyaringan yang berada di ginjal), sedangkan air kan tidak 100 persen bersih (dalam skala molekuler) akibatnya limbahnya ngendap
di kandung kemih yang bisa menimbulkan penyakit kristal ginjal.
Truz menurut Ibnul Qoyyim, afat (akibat buruk) klo qita minum sambil berdiri, maka tidak dapat memberikan kesegaran pada tubuh secara optimal, karena air yang masuk akan cepat turun ke organ tubuh bagian bawah. Sedangkan air yang dikonsumsi seharusnya ditampung dulu dalam maiddah (lambung) yang ntar selanjutnya mesti dipompa oleh jantung buat disalurin keseluruh organ-organ tubuh qita.
Nagh klow bgini, air kagak bakal menyebar ke organ-organ tubuh yang lain, sedangkan tulang-tulang mengandung air sebanyak tiga puluh sampai empat puluh persen, sebagian besar darah terdiri dari air dimana terdapat larutan bahan-bahan selain sel-sel darah. Akibatnya bilamana pembuangan air dari dalam tubuh lebih besar daripada pemasukannya, terjadilah dehidrasi. Begitu juga kadar air dalam jaringan tubuh diatur dengan tepat. Jika terdapat selisih sepuluh persen saja maka gejala-gejala serius akan timbul. Kalau selisih ini mencapai dua puluh persen maka orangnya akan mati.
Cqcqcqcqcqcq. . Sekarang, apakah kita masih mau minum berdiri?
Salam,
nalurita
<naluritadian@ …> wrote:





<br /
wah brati kalo yang kena penyakit ginjal kebanyakan minumnya berdiri donk yah…
YaNoWa
20 Februari 2009
nice info
yeadhi
faris!
21 Februari 2009
Subhanallah, keserasian yang mengagumkan antara Sunnah dan hikmah.
BAE
22 Februari 2009
subhanallah, ternyata dampaknya sampai sebegitu serius ya.
unduk
22 Februari 2009
umh…
bukannya minum sambil bediri itu boleh ya…
kan waktu itu ali ato siapa gitu *maap saya lupa…* minum sambil bediri trus Rasul saw gak komentar apa2…
maap kalo salah…
ilmu agama saya cetek banget…
yoan
25 Februari 2009
Info yang berguna.
MMmmm….Kalau makan permen sambil berjalan, gimana?
Kan lama kalau duduk buat nunggu permen sampai habis?
Piss!
–rayyahidayat–
rayyahidayat
21 Maret 2009
Ada sebagian ulama yang berpandangan dari hadits di atas dan menterjemahkannya secara literal sehingga mengatakan bahwa haram hukumnya minum sambil berdiri. Tapi sebagian ulama lainnya bersandar pada beberapa hadits shahih yang menyebutkan bahwa pernah Nabi minum air zamzam sambil berdiri ataupun para sahabat. Dan para ulama ini berpendapat bahwa minum sambil berdiri hukumnya dianjurkan, tidak sampai haram atau dilarang
Wallahu ‘alam bish shawab
Jafar Soddik
7 April 2009