Konsekuensi Aqidah Islam

Posted on 21 Agustus 2008. Filed under: Renungan | Tags: , , , , , |

Sudah kita ketahui, bahwa ilmu Aqidah Islam mengajarkan dan memberikan keyakinan tentang berbagai hal kepada manusia dengan amat luas dan mendalam sekali. Hal ini seharusnya memberikan konsekuensi yang luar biasa kepada manusia di dalam kehidupannya. Dengan bantuan Allah telah menetapkan segala sesuatunya. Kalau sudah Allah menetapkan pastilah terwujud asal saja manusia dapat memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan itu.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan mengenai konsekuensi-konsekuensi Aqidah Islam sebagai berikut :
1. Wahyu Allah sebagai sumber segala sesuatu
2. Kesatuan Umat.
3. Kedamaian
4. Kebahagiaan
A.Wahyu Allah sebagai sumber segala sesuatu.
Segala sesuatu yang kita maksudkan disini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan aspek kemanusiaan dan kehidupan manusia. Aspek kemanusiaan ialah jasmani dan rohani. Dan rohani manusia itu menurut para ahli ilmu jiwa mengandung enam rasa yaitu : rasa interlek, rasa susila, rasa harga diri, rasa seni, rasa agama dan rasa sosial. Sedang aspek kehidupan manusia ialah dunia dan akhirat. Aspek kehidupan dunia ini menurut para ahli kebudayaan minimal ialah ekonomi, sosial, politik, budaya, ilmu pengetahuan, filsafat dan agama.
Orang beriman haruslah menjadikan wahyu Allah sebagai sumber bagi semuanya itu sebagai salah satu konsekuensi imannya. Kalau tidak demikian belumlah dikatakan beriman dengan betul, belum sesuai dengan jalan yang benar (thoriq ilal iman). Sebab Allah telah memberikan petunjukNya kepada manusia di dalam segala hal tersebut dengan perantaraan kitab suciNya Al Quran.
Marilah kita ungkapkan beberapa ayat Al Quran mengenai hal tersebut. Tetapi karena di antara aspek kerohanian dan aspek kehidupan duniawi ada persamaan tertentu, maka yang akan kita ungkapkan ialah : Jasmani, intelek (ilmu pengetahuan), susila, harga diri, seni (budaya), agama, sosial, ekonomi, politik, filsafat, dan kehidupan dunia serta akhirat.
1. Jasmani
- Jasmani manusia diciptakan Allah dari tanah.
Dan Ia mulai penciptaan manusia dari tanah QS. As Sajadah 32 : 7
- Jasmani manusia harus diberi makan yang halal dan bergizi.
Dan makanlah dari apa-apa yang kamu diberi rezki oleh Allah keadaannya halal dan baik. Qs Al Maidah 5 : 88
2. Intelek
- Allah telah memberikan kepada manusia akal
Dan Ia jadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati (akal), tetapi sedikit sekali di antara kamu yang berterima kasih. Qs As Sajadah 32 : 9
- Akal harus dibina sehingga menjadi orang pintar. Manusia yang bodoh dicela oleh Allah
Sesungguhnya yang sejelek-jelek makhluk melata menurut Allah ialah orang-orang yang tuli, bisu dan tidak berfikir. Qs Al Anfal 8 : 22
Orang yang akan taqwa kepada Allah itu hanyalah orang-orang yang mempunyai banyak ilmu. Qs Al Fathir 35 : 28
3. Susila
- Allah memerintahkan berkata benar baik dan lemah lembut
Maka berkatalah kamu dengan perkataan yang benar. QS. Al Ahzab 33 : 70
Dan berkatalah kamu kepada manusia dengan baik. QS. Al Baqarah 2 : 83
Dan berkatalah kamu berdua (Musa dan Harun) kepadanya (Fir™aun) dengan perkataan yang lemah lembut. QS. Thoha 20 : 44
- Manusia diperintah Allah untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan.
Maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan. QS. Al Maidah 5 : 48
4. Harga diri
- Harga diri manusia adalah amat tinggi sebab ia diciptakan Allah dalam sebaik-baik kejadian dan paling mulia.
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik kejadian. QS. At Tiin 95 : 4
Dan sungguh telah Kami muliakan anak cucu Adam. QS. Al Isra’ 17 : 70
- Karena itu diperintahkan Allah untuk dipelihara dengan sebaik-baiknya, jangan sampai terjerumus ke dalam kejahatan/keburukan, sehingga menyebabkannya masuk neraka.
Peliharalah dirimu dan keluargamu dari neraka. QS. At Tahrim 66 : 6
5. Seni
- Allah memerintahkan kepada manusia untuk berpakaian yang indah dan baik.
Hai anak Adam pakailah perhiasanmu tiap kali kamu hendak ke Masjid. QS. Al A’raaf 7 : 31
- Allah memerintah kepada manusia untuk membaca Al Quran dengan dilagukan.
Dan bacalah Al Quran itu dengan lagu yang baik. QS. Al Muzzammil 73 : 4
6. Agama
- Allah telah menurunkan agama kepada manusia.
Ia telah mensyariatkan bagi kamu dari agama. QS. Asy Syuura 42 : 3
- Allah memerintahkan kepada manusia untuk mempelajari agama itu
Hendaklah mereka memahami agama itu. QS. At Taubah 9 : 122
- Agama diturunkan Allah adalah untuk meminpin manusia dari keselamatan
Ia hendak meminpin dengannya (Al Quran/agama) akan orang-orang yang mengikuti keridhaan Nya kejalan keselamatan. QS. Al Maidah 5 : 16
7. Sosial
- Allah menyatakan manusia adalah umat yang satu.
Manusia itu adalah umat yang satu. QS. Al Baqarah 2 : 213
- Allah memerintahkan kepada manusia untuk bertolong-menolong dalam kebaikan
Dan bertolong-tolonglah kamu diatas kebaikan dan taqwa. QS. Al Maidah 5 : 2
8. Ekonomi
- Allah memerintahkan kepada manusia untuk mencari rezki
Carilah rezki di sisi Allah. QS. Al Ankabut 29 : 17
- Allah memerintahkan kepada manusia agar utang-piutang dituliskan
Apabila kamu mengadakan utang-piutang suatu nama tertentu maka hendaklah kamu tuliskan. QS. Al Baqarah 2 : 282
9. Politik
- Allah memerintahkan kepada manusia untuk bermusyawarah di dalam menyelesaikan segala urusan.
Bermusyawarahlah kamu dalam menyelesaikan urusan. QS. Ali Imran 3 : 159
Kalau dalam musyawarah terjadi pertentangan maka kembalikan kepada kitab Allah dan sunnah RasulNya.
Jika kamu berbantah dalam suatu perkara, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul, jika benar-benar kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat. QS. An Nisa’ 4 : 59
- Pilihlah pemimpin tetapi jangan dipilih orang-orang kafir.
Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin, selain dari orang-orang beriman. QS. Ali Imran 3 : 28
- Taatilah pemimpin
Kamu taatilah Allah dan kamu taatilah Rasul dan orang-orang yang meminpin kamu. QS. An Nisa’ 4 : 59
10. Filsafat
Allah memerintahkan kepada manusia agar memikirkan alam ini sampai terbukti bahwa alam ini ada penciptanya dan ia diciptakan bukanlah dengan sia-sia.
Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, Ya Tuhan kami, Engkau tidaklah menciptakan ini semua dengan sia-sia. QS. Ali Imran 3 : 191
11. Kehidupan dunia
Dan bagi kamu di bumi tempat tetap dan bekalan hingga satu masa. QS. Al Baqarah 2 : 36
12. Kehidupan akhirat
Dan sesungguhnya kampung akhirat itu ialah kehidupan yang sebenarnya, jika mereka mengetahui. QS. Al Ankabut 29 : 64
Jelaslah bahwa segala sesuatu itu diberikan petunjuk oleh Allah kepada manusia. Ayat-ayat yang kita kutipkan ini hanyalah sebagian kecil saja. Masih banyak ayat-ayat yang berhubungan dengan hal-hal tersebut, yang menerangkan dari berbagai segi. Karena itu kalau kita benar beriman kepada Allah maka yang harus kita pakai sebagai sumber untuk mengatur mengembangkan dan memanfaatkan semua itu hanyalah wahyu Allah saja.
Dengan demikian jelaslah, bahwa konsekuensi ajaran Aqidah Islam itu mengharuskan kita untuk menjadikan wahyu Allah sebagai sumber segala sesuatu.
B. Kesatuan Umat
Ilmu Aqidah Islam mengajarkan dan meyakinkan kepada kita akan kesatuan Allah, kitab suci, Rasul dan lain sebagainya. Hal ini pastilah akan menimbulkan kesatuan umat. Kalau kita tinjau dari uraian tentang Takdir diatas, maka kesatuan umat ini merupakan qadar Allah sebab :
a. Perbedaan terjadi seperti telah kita uraikan di atas, karena berbedannya ukuran, kekuatan, tabiat dan manfaat sesuatu. Sedang dengan aqidah ini bermacam-macam hal pada umat itu disatukan, maka pastilah akibatnya akan satu pula
b. Allah menetapkan :
- Umat manusia adalah umat yang satu.
Manusia itu adalah umat yang satu. QS. Al Baqarah 2 : 213
- Umat Muhammad (Islam) adalah umat yang satu pula.
Sesungguhnya umatmu ini adalah umat yang satu. QS. Al Anbiya’ 21 : 92
- Manusia berasal dari satu orang saja
Hai manusia, bertaqwalah kamu kepada Tuhanmu, yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu. QS. An Nisa’ 4 : 1
c. Kemudian Allah telah memberikan pula kesatuan aturan untuk menyelesaikan segala persoalan yang terjadi/timbul di kalangan umat manusia atau umat Islam itu.
Karena kalau terjadi perpecahan di kalangan umat manusia, apa lagi di kalangan umat Islam maka ini memberi petunjuk :
- Bahwa iman mereka masih sangat lemah atau belum ada sama sekali.
- Bahwa mereka tidak mau atau belum mau mencari sebab-sebab bagi segala sesuatu tentang umat inii.
- Bahwa mereka telah mencari sebab-sebab itu dan telah bertemu pula tetapi mereka tidak mau atau belum mau mengikutinya.
Kalau benar demikian keadaannya sungguh-sungguh sangat memprihatinkan.
Demikianlah, bahwa konsekuensi ajaran Aqidah Islam ini adalah juga kesatuan umat.
C. ISLAH (Kedamaian)
Kedamaian adalah suatu hal yang sangat didambakan oleh umat manusia. Sering kita baca surat kabar, majalah dan buku-buku, serta kita mendengar dari radio dan televisi bahwa manusia dewasa ini sangat mendambakan terciptanya perdamaian yang abadi di atas permukaan bumi ini. Seperti yang terjadi di Palestina, Afganistan , India , Pakistan termasuk di Indonesia di wilayah Aceh, Poso dan Ambon .
Tapi sayang makin lama dunia ini bukan makin damai, bahkan makin bertambah kacau. Kekacauan ini disebabkan oleh :
a. Pengobaran hawa nafsu.
Segala keinginan hawa nafsu dewasa ini dikobarkan orang sedemikian rupa. Nafsu seks dengan segala macam pornonya. Nafsu minum minuman keras dengan segala macam minumannya. Nafsu judi dengan segala macam sarananya. Nafsu ingin kaya dengan korupsi, penipuan, perampokan, pembajakan, penjualan barang-barang yang merusak, rentenir dan sebagainya. Nafsu ingin kuasa dengan segala macam propokasi, intimidasi dan intrik, bahkan dengan menjual bangsa dan negaranya sendiri.
Allah menyatakan, bahwa apabila nafsu diperturutkan maka akan rusaklah langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya.
Dan kalau kamu ikutkan kebenaran itu kepada hawa nafsu mereka maka akan rusaklah langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. QS. Al Mukminun 23 : 71
b. Fitrah manusia yang pokok tidak dihiraukan bahkan dimatikan atau dinyatakan tidak ada.
Fitrah-fitrah manusia yang pokok itu ialah beragama dan bermoral. Sebab fitrah ini tidak dipunyai oleh hewan. Allah menyatakan bahwa apabila manusia berpaling dari peringatan (agama)Nya maka :
- Kehidupan manusia itu akan sempit.
Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu maka sesungguhnya baginya adalah kehidupan yang sempit. QS. Thoha 20 : 124
- Kehidupan manusia akan ditemani syetan
Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhan Pemurah, niscaya Kami tentukan baginya seorang setan, maka jadilah setan itu sebagai teman akrabnya. QS. Az Zukhruf 43 : 36
Keinginan setan itu terhadap manusia seperti telah diuraikan pada pasal percaya kepada malaikat hanyalah keburukan. Kalau moral sudah tidak dihiraukan lagi, tidak ada yang akan terjadi kecuali kekacauan.
c. Menurut Dr. Rauf SH dalam bukunya Al Quran dan Ilmu Hukum karena manusia mementingkan hak dari kewajiban.
d. Menurut Dr. Abu Hanifah dalam bukunya, Rintisan Filsafat karena manusia tidak memberi makan rohaninya.
Menurut Allah makanan rohani itu adalah agama-Nya.
Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu agama dari Tuhanmu dan penawar bagi rohani. QS. Yunus 10 : 57
e. Menurut Dr. Alexis Carrel dalam bukunya Man the Unknow karena manusia tidak kenal lagi akan hakikatnya.
f. Menurut para ahli pendidikan, karena pendidikan manusia tidak seimbang antara semua rasa atau fitrah yang ada dalam dirinya. Yang ditekankan/dipentingkan hanyalah rasa/fitrah intelek saja. Yang lainnya tidak dihiraukan.
g. Menurut Dr. Hidayat Nataatmadja dalam bukunya Karsa Menegakkan Jiwa Agama Dalam Dunia Ilmiyah karena ilmu-ilmu yang dipelajari dan dikembangkan orang sekarang ini adalah ilmu-ilmu jejak iblis dan salah.
Kalau Aqidah Islam hendak mengendalikan nafsu, mengembangkan semua fitrah manusia, mendahulukan kewajiban dari hak, memberi makan rohani, mempunyai filsafat yang utuh, memperkenalkan manusia secara lengkap, mendidik manusia secara menyeluruh dan mempunyai dasar-dasar ilmiyah yang benar di dalam segala bidangnya. Karena itu kalau Aqidah Islam dipahami dan diyakini dengan baik, kemudian diamalkan dengan serius dan sempurna, pastilah kedamaian akan tercipta di dunia ini.
Orang-orang yang beriman dan beramal saleh kebahagiaan hiduplah bagi mereka dan tempat kembali yang baik. QS. Ar Ra’ad 13 : 29
Dari uraian di atas jelas bahwa Aqidah Islam mempunyai konsekuensi kedamaian bagi manusia. Maka kalau benar-benar manusia ingin terciptanya perdamaian yang abadi di dunia ini satu-satunya jalan hanyalah memahami Aqidah Islam dengan baik dan mengamalkannya dengan serius dan sempurna. Hal ini sesuai dengan analisa Roger Garaudy dalam bukunya Promesses de Islam dan Arnold Toyembe dalam bukunya The Preaching of Islam.
D. Kebahagiaan
Allah sangat tegas sekali menyatakan bahwa Al Quran itu diturunkan adalah untuk membahagiakan manusia dan apabila manusia mentaati Allah dan RasulNya pastilah kebahagiaan itu akan dikecapnya, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.
Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaannya ke jalan kebahagiaan. QS. Al Maidah 5 : 16
Orang-orang yang beriman dan beramal saleh kebahagiaan hiduplah bagi mereka dan tempat kembali yang baik. QS. Ar Ra’ad 13 : 29
Dan orang-orang yang mentaati Allah dan rasulNya, maka sungguh akan memperoleh kebahagiaan yang sebenarnya. QS. Al Ahzab 33 : 71
Al Quran mengajarkan unsur pokok kebahagiaan itu ada 7 yaitu :
- Mengenal Tuhan.
- Mengenal manusia.
- Mengenal alam.
- Beriman.
- Beramal saleh.
- Bersungguh-sungguh.
- Teguh pendirian.
Dari keseluruhan uraian di atas jelaslah bahwa konsekuensi ajaran Aqidah Islam itu sangat besar sekali manfaatnya bagi umat manusia. Maka kalau umat manusia benar-benar hendak damai dan bahagia, tidak ada jalan lain baginya kecuali mengamalkan ajaran Islam dalam segala bidang kehidupannya secara sungguh-sungguh dan teguh pendirian. Dan diatas dijelaskan pula bagaimana kasih sayangnya Allah terhadap manusia dengan membei segala keperluannya untuk keselamatan dan kebahagiaan hidupnya, lahir-batin dan dunia-akhirat.
–ooOOOoo–

DAFTAR PUSTAKA
Al Quran al Karim
Abdurrahman, Tauhid, Risalah, Bandung .
Abidin, I.Z. Sunnah Allah dan Ikhtiar Manusia, Al Ma™arif, Bandung .
Abu Hanifah, Rintisan Filsafat, Balai Pustaka, Jakarta .
Al Buraikhan, Ibrahim Muhammadbin Abdullah, Pengantar Studi Aqidah Islam, Robbani Press, Jakarta .
Al Kaff, Abdullah, Tauhid, Risalah, Bandung
Al Maraghi, Ahmad Musthofa, Tafsir Al Maraghi, Thoha Putra, Semarang .
Al Qordhawi, Yusuf, Bagaimana Berinteraksi Dengan Al Quran, Pustaka Al Kautsar, Jakarta
Amrullah, Haji Abdul Malik Karim (HAMKA), Tafsir Al Azhar, Latimojong, Surabaya .
——————-, Tasauf Modern, Pustaka Panjimas, Jakarta .
An Naisabury, Abul Husain bin Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al Qusyairi, Shahih Muslim, Widjaja, Jakarta .
An Nawawi, Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf, Riadhus Sholihin, Al Ma™arif, Bandung .
Anshari, Endang Saefuddin, Ilmu Filsafat dan Agama, Bina Ilmu, Surabaya .
As Saidi, Abdur Rahman bin Nasir, Al Qoulus Sadid-Syarah Kitab Tauhid, Pustaka Arafah, Solo.
As Suyuthi, Damaluddin dan Djamaluddin al Mahally, Tafsir Jalalain, Sinar Baru, Bandung .
Ash Shiddieqy, Hasbi Muhammad, Sejarah & Pengantar Ilmu Tauhid/Kalam, Pustaka Rizki Putra, Semarang .
—————–, Sejarah & Pengantar Ilmu Al Quran dan Tafsir, Pustaka Rizki Putra, Semarang .
Badawy, M.A. Mutiara Tauhid, Pustaka Agus Salim, Jakarta .
Bardizbah, Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Muqhitah, Shahih Bukhari, Toha Putra, Semarang.
Bucaille, Maurice. La Bible Le Qoran Et La Science, terjemahan M. Rasyidi, Bulan Bintang, Jakarta
Darajad, Zakiah, Ilmu Jiwa Agama, Bulan Bintang, Jakarta .
——————-, Kesehatan Mental, Gunung Agung, Jakarta .
Deedat, Ahmad, The Choice Dialog Islam Kristen, Pustaka Al Kautsar, Jakarta .
——————, Mengungkap Tentang Bibel Versi Islam dan Kristen, Pustaka Dai, Jakarta
Faridl, Miftah, Pokok-Pokok Ajaran Islam, Pustaka, Bandung .
Hadhiri, Choiruddin SP, Klasifikasi Kandungan Al Quran, GIP, Jakarta .
Hanafi, A. Theologi Islam, Bulan Bintang, Jakarta .
Hasan, Ahmad, Soal Jawab, Diponegoro, Bandung .
Hasan, A. Rahman, Al Aqidatul Islamiyah, Darul Qalam, Beirut .
Hasyim, Umar. Mencari Taqdir, Ramadhani, Semarang .
Hawa, Said, Al Islam Jilid 1, Al I™tishom Cahaya Utama, Jakarta .
Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Terjemahan Salim Bahreisy, Bina Ilmu Surabaya .
Khalil, Munawar, Al Quran dari Masa ke Masa, Ramadhani, Semarang .
Nasution, Harun, Filsafat Agama,Bulan Bintang, Jakarta .
——————–, Teologi Islam, UI Press, Jakarta
Nataatmadja, Hidayat, Karsa Menegakkan Jiwa Agama dalam Dunia Ilmiyah, Iqra™, Bandung
Naufal, Abdur Razaq, Al Quran dan Sain Modern, Husaini Bandung.
Rathomy, Moh. Abdai, Kiamat Hari Pembalasan, Al Ma™arif, Bandung .
Rauf, A., Manusia dan Pokok-Pokok Iman, Jembatan, Jakarta
———————, Al Quran dan Ilmu Hukum, Bulan Bintang, Jakarta .
Sabiq, Sayyid, Aqidah Islam Pola Hidup Manusia Beriman, Diponegoro, Bandung .
Shihab, M. Quraish, Membumikan Al Quran, Mizan, Bandung
———————–, Menyingkap Tabir Ilahi, Lentera Hati, Jakarta
———————–, Mukjizat Al Quran, Mizan, Bandung
———————–, Wawasan Al Quran, Mizan, Bandung
———————–, Yang Tersembunyi, Lentera Hati, Jakarta
Syaltut, Mahmud, Islam, Aqidah dan Syariah, Pustaka Amani, Jakarta .
Wahab, Muhammad bin Abdul, Ma™a Aqidatus Salaf Kitabut Tauhid, terjemahan Bey Arifin, Bina Ilmu, Surabaya .
Yunus, Mahmud, Tafsir Quran Karim, Hidakarya Agung, Jakarta
Zaini, Syahminan, Kewajiban Orang Beriman Terhadap Al Quran, Al Ikhlas, Surabaya
———————, Kuliah Aqidah Islam, Al Ikhlas, Surabaya .
———————, Perjanjian Ketuhanan, Al Ikhlas, Surabaya .
Zuhaili, Wahbah, Al Quran Paradigma Hukum dan Peradaban, Risalah Gusti, Jakarta

Make a Comment

Make a Comment: ( 5 so far )

blockquote and a tags work here.

5 Responses to “Konsekuensi Aqidah Islam”

RSS Feed for Menuju Insan Smart Comments RSS Feed

Alangkah indahnya apabila umat islam mau mengamalkan ajaran islam yang benar dan penuh kasih sayang, masalahnya saat ini khususnya umat islam diindonesia satu partai aja yang ngaku sama sama islam dan memiliki kepentingan yang sama masih sering ribut dan juga cukup banyak partai islam yang ngakunya memiliki satu kepentingan tapi pecah menjadi beberapa golongan, nah itulah salah satu alasan kenapa islam tidak bisa ditegakkan diindonesia karena yang saya tau islam bagi mereka hanya sebatas topeng aja buktinya masih banyak orang orang dari partai islam yang terlibat kasus kkn.

[...] Syarat Mendirikan Negara Islam Copy Paste dari abihafiz [...]

ya kita harus rembuk terlebih dahulu semuaaliran islam.karena menurut sy islam itu satu jadi ga banyak kaya skrg.

thx n salam kenal pasang link dong


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...