DOA DAN FUNGSINYA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA
Ditulis oleh warmansaja di/pada 6 Juli 2008
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّ يْنِ . اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهِ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. وَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍوَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ اَمَّابَعْدُ فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ اِتَّقُوااللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْ تُنَّ اِلاَّوَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Maasyiral Muslimin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah
Marilah dalam suasana yang damai dan khusyu’ ini, kita gunakan untuk lebih memantapkan kadar keimanan dan takwa kita kepada Allah swt. Dzat yang memiliki kekuasaan mutlak dimuka bumi ini. Seraya kita banyak melakukan dzikrullah, agar hidup kita tidak tersesat dan terjerumus dalam kehidupan yang dimurkai Allah Rabbul alamin. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah saw, figure teladan yang patut kita ikuti jejak-jejak hidupnya dalam kehidupan di dunia ini.Prof. Dr. Syeikh Mahmut Syaltut dalam bukunya Islam Akidah dan Syariah menegaskan bahwa pada dasarnya syariat Islam itu mengatur lima aspek hubungan dalam kehidupan manusia yaitu
1. syariat yang mengatur hubungan manusia dengan Allah
2. syariat yang mengatur hubungan sesame muslim
3. syariat yang mengatur hubungan orang muslim dengan non muslim
4. syariat yang mengatur hubungan manusia dengan lingkungannya
5. syariat yang mengatur tentang kehidupan manusia dan penghidupannya.
Maasyiral Muslimin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah
Dalam khutbah ini khusus membahas tentang syariat yang mengatur hubungan manusia dengan Allah swt. Diantara syariat Islam ada 2 (dua) cara yang efektif yang dapat ditempuh oleh umat manusia dalam hubungan dan berkomunikasi dengan Allah yaitu dengan melalui sholat dan melalui doa(dzikir). Hal ini seperti yang ditegaskan Allah dalam qs thoha 14
اِنَّنِى اَنَا اللهَ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنَا فَا عْبُدْنِى وَاَقِمِ الصَّلَوةَ لِذِكْرِى
“Sesungguhnya Aku ini ialah Allah tidak ada tuhan selain Aku. Maka sembahlah Aku dan tegakkan sholat untuk mengingat Aku.”
Di dalam QS Mukmin : 60 ditegaskan lagi :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِى اَسْتَجِبْ لَكُمْ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْ خُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
“Dan Tuhanmu berfirman : berdoalah kamu sekalian kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doamu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah Aku, kelak mereka akan memasuki neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”
Sementara itu banyak juga kita temui hadits-hadits yang menjelaskan tentang kedudukan doa seagai media yang efektif untuk menjalin hubungan dan komunikasi dengan Allah Rabbul Izzati. Dalam sebuah hadits :
سَا لوُاالله َ مِنْ فَضْلِهِ فَاِ نَّهُ يُحِبُّ اَنْ يُسْاَلُ
“Mohonlah kamu kepada Allah sebagian dari karuniaNya, karena sesungguhnya Dia senang dimintai.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)
Rasulullah saw. Sudah mengabari kita bahwa Allah swt. Marah kepada orang yang tidak mau berdo’a kepada-Nya. Al-Bukhori telah meriwayatkan hadits tentang hal itu dalam kitabnya “Al Adabul Mufrad” dari Abu Hurairah ra yang bersambung sanadnya hingga Rasulullah saw beliau bersabda :
مَنْ لَمْ يَسْـأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ
“Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah marah kepadanya.”
Maasyiral Muslimin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah
Doa dalam syariat Islam, memang memiliki fungsi untuk mengomunikasikan kepentingan manusia, dengan Allah Dzat yang menciptakan segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini. Dengan berdoa manusia dapat menyampaian keluhan-keluhannya, mengadukan permasalahan dan problematika kehidupan yang dihadapinya, agar ia memperoleh jalan pemecahan yang diberikan oleh Allah swt. Melalui syariat berdoa, manusia diberi keleluasan untuk berkomunikasi dengan Allah, serta memohon agar persoalan dan kesulitan hidupnya, dapat diatasi. Doa itu menambah dekatnya manusia kepada Allah Tuhannya dan sebagai pengakuan terhadap haq Allah itu. Allah sudah mengajari para hambanya cara-cara berdo’a kepada-Nya, dengan firman-Nya (dalam surat Al-Baqoroh ayat : 286)
رَبَّنَ لاَ تُؤاَ خِذْنَا اِنْ نَّسِيْنَا اَوْاَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَتَحْمِلْ عَلَيْنَاإِصْرًاكَمَاحَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَاوَلاَ تُحَمِّلْنَامَالاَطَاقَةَ لَنَابِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلاَناَ فَانْصُرْناَ عَلَى الْقَوْمِ اْلكَافِرِيْنِ
“Ya Tuhan kami janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan kami beban yang berat, sebagaimana Engkau telah pikulkan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami sesuatu yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami dan rahmatilah kami. Hanya Engkaulah penolong kami maka tolonglah kami untuk mengalahkan orang-orang yang kafir itu.”
Sesungguhnya seorang manusia yang menadahkan tangannya dengan khusyuk saat ia berdoa Allah merasa malu bila tidak mengabulkan doa dan permohonan hambanya itu. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw pernah bersabda :
“Sesungguhnya Allah sangat malu sekiranya hamba-Nya menadahkan dua tangannya (ketika berdoa), memohon yang baik, (Allah merasa malu) mengembalikannya dalam keadaan hampa (menolak doanya).” HR. Ahmad
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumah Rahimakumullah
Adapun doa yang Allah swt merasa perlu untuk mengabulkan permohonan hambanya, adalah doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba yang dilakukan dengan penuh keyakinan, dengan disertai hati yang khusyuk dan dengan sikap yang ikhlas. Hal ini seperti sabda Rasulullah saw yang menegaskan :
“Apabila kamu memohon kepada Allah, wahai manusia, maka mohonlah kepada-Nya dengan yakin bahwa doamu akan diterimanya. Karena sesungguhnya Allah tidak menerima doa hambaNya yang berdoa kepadaNya timbul dari hati yang lalai.” (HR Ahmad dari Abdullah bin umar)
Disamping itu doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba adalah doa yang bertujuan memohon kebajikan. Karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa-doa seorang hamba yang doa dan permohonannya itu berisi tentang kemaksiatan terhadap Allah swt. Oleh karena itu doa seseorang yang menginginkan usahanya lancar, sedangkan usaha itu merupakan usaha yang bersifat maksiat, maka Allah tidak akan mengabulkannya. Dan andaikata sebagian permohonan itu dipenuhi karena Allah Maha Kasih maka usaha seorang itu tidak akan membawa berkah dan manfaat dalam hidupnya.
Maasyiral Muslimin Jamaah Jumah Rahimakumullah.
Dalam kehidupan seseorang, sesungguhnya ada beberapa manfaat atau faedah yang dapat dipetik, manakala ia rajin berdoa dan bermunajat kepada Allah. Keuntungan tersebut antara lain adalah :
1. orang yang selalu berdoadan membasahi bibirnya denga dzikrullah, maka ia aka selalu memperoleh ketenangan dan kedamaian hatinya, tidak mudah terhinggapi perasaan susah ketika ditimpa musibah serta tidak mudah putus asa dalam menghadapi realitas hidup. Dalam surat Ar Ra’du : 28 disebutkan :
“yaitu orang-orang yang beriman dan mereka yang hatinya tentram karena mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah itu, hati menjadi tentram.”
2. orang yang selalu berkomunikasi dengan Allah melalui doa, maka ia akan selalu diperhatikan Allah. Dalam suatu hadits qutsi Rasulullah menjelaskan, bahwa Allah swt berfirman :
“Allah swt berfirman : Aku bersama hamba-Ku, selama dia mengingat Aku dan selama kedua bibirnya bergerak menyebut Aku (berdoa)” (HR Ahmad dari Jabir ra)
3. orang yang selalu beribadah dan berdoa, akan menjadi orang yang kaya jiwa dan terhindar dari keadaan fakir. Disebutkan dalam hadits qutsi
“Dan Abu Hurairah ra dari Nabi saw bersabda : Sesungguhnya Allah swt berfirman : wahai manusia, luangkanlah waktumu untuk beribadah (berdoa) kepadaKu. Niscaya Aku penuhkan dadamu dengan kekayaan hati dan Aku akan menutupi kefakiranmu. Jika tidak kamu lakukan itu (tidak mau berdoa) maka akan Aku penuhkan pada kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan menutupi kefakiranmu.”
Sebagia ulama ahli ma’rifat (tasawuf) mengatakan bahwa dzikir manusia itu terdapat pada tujuh bagian anggota badan :
1. dzikir kedua mata dengan menangis sewaktu mengingat dan menyebut Allah.
2. dzikir dua telinga dengan mendengarkan ajaran Allah dengan penuh perhatian
3. dzikir lidah dengan sanjungan dan pujian
4. dzikir kedua tangan dengan suka memberi pertolongan
5. dzikir badan dengan kesetiaan dan pemenuhan kewajiban
6. dzikir hati dengan takut kepada Allah disertai harap kepadaNya
7. dzikir ruh dengan penyerahan sepenuhnya dan ridha kepada Allah
Maasyiral Muslimin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah
Sedangkan bagi orang-orang yang enggan berdoa, enggan bermunajat dan memohon kepada Allah, karena merasa dirinya telah cukup kaya, maka bagi mereka itu adalah kemurkaan Allah yang akan mewarnai perjalanan hidupnya.
Disamping itu orang yang enggan berdoa dan bermunajat kepada Allah, maka orang itu dianggap congkak, sombong, angkuh dan berpaling dari kasih saying Allah dan mereka akan selalu ditemani oleh musuh Allah yaitu syaithon laknatullah. Dalam QS Zukhruf 36-37 dijelaskan :
“barangsiapa yang berpaling dari mengingat kepada Allah, maka adakan syetan baginya, lalu syetan itulah yang menjadi temannya. Dan sesungguhnya syetan-syetan itu benar-benar akan mencegah mereka dari jalan Allah dan mereka mengira telah mendapatkan petunjuk (dari Allah).”
Dengan memperhatikan ayat dan hadits diatas maka dapat ditegaskan bahwa sesungguhnya doa itu amat penting dalam kehidupan manusia. Karena sesungguhnya doa itu merupakan intisari (otaknya) dari seluruh bentuk ibadah kepada Allah swt. Rasulullah bersabda :
اَلدُّ عَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ
“doa itu otak ibadah.” HR Turmidzi dari Anas.
Demikian uraian khutbah tentang doa dan fungsinya bagi kehidupan umat manusia, semoga uraian ini bermanfaat bagi kita sekalian amin.
جَعَلَنَا الله ُوَإِيَّاكُمْ مِنَ اْلفَائِزِيْنَ اْلاَمِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِي عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَقُلْ رَّبِّ غْفِرْوَارْحَمْ اَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ
—-000—-
Khutbah kedua
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَعُدْوَانَ اِلاَّعَلَى الظَّالِمِيْنَ
. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهِ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ اَلْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. وَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍوَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ اِتَّقُوااللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْ تُنَّ اِلاَّوَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Maasyiral Muslimin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah
Dari uraian pada khutbah pertama tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. bahwa doa bagi kehidupan umat manusia, merupakan sarana yang sangat efektif untuk mengkomunikasikan keperluan seorang hamba kepada sang kholiq Allah rabbul ‘alamin. Dengan berdoa ummat manusia dapat mencurahkan isi hatinya dihadapan Allah swt, agar memperoleh jalan pemecahan terhadap kesulitan yang dihadapi.
2. bahwa orang yang selalu rajin berdoa dan rajin membasahi bibirnya dengan dzikrullah, maka ia akan selalu memperoleh ketenangan dan kedamaian hati, serta tidak mudah dihinggapi perasaan susah dari gulana dalam menghadapi realitas hidup di dunia ini.
3. bahwa orang selalu mau berkomunikasi dengan Allah swt melalui doa, maka ia akan selalu diperhatikan dan dijaga dirinya oleh Allah azza wajalla.
4. bahwa orang yang selalu rajin berdoa kepada Allah swt, ., maka ia akan menjadi orang yang memiliki kekayaan jiwa dan hati, serta dihindarkan dari perasaanfakir dalam hidupnya
5. bahwa orang yang tidak suka bermunajat dan berdoa kepada Allah swt, maka dihadapan Allah swt, orang tersebut dianggap sombong dan congkak, serta Allah sangat murka terhadap orang yang enggan berdoa tersebut.
Sebelum mengakhiri khutbah ini marilah kita berdoa bersama-sama dengan kata khusyuk dan ikhlas agar Allah menerima doa kita.
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ وَصَلَواتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْ مِنَاتِ اَلاَحْيَاءِمِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ. اَللَّهُمَّ اَصْلِحْ لَنَادِيْنَنَا اَلَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ اَمْرِنَا. وَاَصْلِحْ لَنَادُنْيَانَاالَّتِي فِيْهاَمَعَاشُنَا وَاَصْلِحْ لَنَااَخِرَ تَنَاالَّتِي اِلَيْهَامَعَادُنَا. وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَافِى كُلِّ خَيْرِ, وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَّنَامِنْ كُلِّ شَرٍّ. رَ بَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَاوَتَرْحَمْنَالَنَكُوْ نَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَ بَّنَالاَتُؤَاخِذْنَا اَنْفُسِيْنَا اَوْاَخْطَأْنَا. رَبَّنَاوَلاَتَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًاكَمَاحَمَلْتَهُ عَلَى اَّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا, رَبَّنَاوَلاَتَحْمِلْنَامَالاَ طَاقَةَ لَنَابِهِ, وَاعْفُ عَنَّاوَاغْفِرْلنَاَ وَرْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلاَنَا فَا نْصُرْنَاعَلَى الْقَوْمِ اْلكَافِرِيْنَ. رَبَّنَاأَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًاوَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَاْنصُرْنَاعَلَى اْلقَوْمِ اْلكَافِرِيْنَ. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَاحَسَنَةً وَفِى اْلاَ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَاعَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ.
عِبَدَاللهِ اِنَّ اللهَ يَأْ مُرُ كُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانَ وَإِيْتَاءِذِى اْلقُرْ بَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا الله َالْعَظِيْمِ يَذْكُرْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَالله ُيَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.





