Sidiq adalah seorang anak yang sholeh. Ia rajin sholat dan ngaji. Sidiq juga anak yang baik hati dan jujur. Jum’at siang, Ia pulang sekolah berjalan bersama Aziz, Fadil dan Ditya. Di tengah jalan Sidiq menemukan sebuah tas cokiat.
Sidiq dan teman-temannya berhenti di pos ronda di pinggir jalan. Sidiq membuka tas dan melihat isinya. “Ada dompetnya?” kata Sidiq sambil mengambil dompet warna hitam.
“Hah, ada uangnya banyak. Kita beruntung menemukan tas ini. Uangnya bisa kita bagi-bagi,” kata Ditya gembira.
“Iya itu, uangnya banyak sekali. Wah, ada 20-an ribunya banyak, ada 50-an ribu, malah ada 100-an ribunya juga. Asyik nih! ucap Fadil sambil senyum-senyum.
“Pokoknya kita bagi lho, Diq!” Aziz ikut berbicara.
“Sebentar teman-teman, uang ini kan bukan milik kita. Kita kembalikan saja kepada pemiliknya?” kata Sidiq. “Selain ada uang, di tas ini juga ada KTP, SIM, buku catatan,” sambung anak jujur itu.
Sidiq membaca KTP yang ada di tas itu. Namanya Siti Zulaikha, alamat: Kampung Melati. Sidiq mengajak teman-temannya mengembalikan dompet itu, besok kan Ahad.
“Nggak usah Diq, uangnya kita bagi saja!” kata Fadil. “Hiya, kita jajan yang enak-enak, bisa beli mainan,” tambah Ditya.
“Kita tidak boleh begitu. Ustadz TPA kita sudah mengajarkan, kita harus jadi anak baik dan jujur,”kata Sidiq menyadarkan teman-temannya.
“Lho, kita kan tidak mencuri. Cuma menemukannya di jalan,” ujar Fadil tak mau kalah. Ditya juga ikut ngotot.
Aziz yang sejak tadi banyak diam kemudian ikut usul. Ia bilang, “Begini saja, kalau Sidiq mau ngembalikan tas itu ya silakan. Sidiq nggak mau ngambil uangnya ya tak apa-apa. Tapi saya, Fadil dan Ditya minta bagian uangnya.” Fadil dan Ditya menyetujui.
“Wah, gimana ya?” Sidiq ragu.
“Pokoknya tetap minta bagian. Semua kan ikut menemukan,” kata Aziz. Sidiq jadi bingung..
“Sekarang kita pulang saja dulu. Tasnya dibawa pulang Sidiq. Nanti sore kita ke rumah Sidiq untuk minta bagian uang,” ucap Fadhil.
Aziz, Fadil dan Ditya berjalan pulang. Tinggallah Sidiq sendirian. Ia masih bingung.
Untuk didiskusikan bersama anak :
Jika kamu menjadi Sidiq, tindakan apa yang kamu lakukan?